Nusantara

Pejabat Dinkes Banten yang Mundur Ingin Minta Maaf ke Gubernur

”Kita terpaksa mempercepat penutupan pendaftran dari semula hari Senin (7/6/2021) menjadi Minggu (6/6/2021), mengingat membludaknya pendaftar dari Kabupaten/Kota, Provinsi dan dari Kementerian ada yang ikut mendaftar,” jelas Komarudin.

Hingga saat ini, jumlah pendaftar untuk mengisi 20 jabatan yang kosong sudah mencapai 150 orang. ”Artinya satu posisi jabatan itu peminatnya sebanyak 7 orang,” tukasnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, sebanyak 20 pejabat di lingkungan Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Banten ramai-ramai mengundurkan diri dari jabatannya. Dalam isi surat pengunduran diri, ada dua poin yang disampaikan kepada Gubernur Banten dan Wakil Gubernur Banten.

Pertama, selama ini mereka mengaku telah bekerja secara maksimal dalam melaksanakan tugas sesuai arahan Kepala Dinas Kesehatan yang dilakukan dengan penuh tekanan dan intimidasi. Kondisi tersebut membuat mereka mengaku bekerja dengan tidak nyaman dan penuh ketakutan.

Kemudian alasan kedua, sesuai perkembangan saat ini, rekan mereka berinisal LS ditetapkan sebagai tersangka pengadaan masker untuk penanganan Covid-19. Padahal, menurut ASN yang mengundurkan diri tersebut, LS dalam melaksanakan tugas sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) sesuai perintah Dinas Kesehatan. Dengan kondisi penetapan tersangka tersebut kami merasa kecewa dan bersedih karena tidak ada upaya perlindungan dari pimpinan.

Atas kedua kondisi itu, mereka menyatakan sikap mengundurkan diri dari pejabat di lingkungan Dinas Kesehatan Provinsi Banten. Ada 20 pejabat eselon III dan IV yang menandatangi pengunduran diri di atas materai. (yas)

Laman sebelumnya 1 2
Sponsored Content
Back to top button