Nusantara

Muncul Dugaan Korupsi Masker di Dinkes Banten

Ia menambahkan audit yang dilakukan oleh BPK untuk tahun anggaran 2020 misalnya, justru tidak dilakukan pada hal hal yang justru disorot oleh para aktivis seperti DBH (Dana Bagi Hasil), Hibah ponpes, pengadaan lahan samsat dan penanggulangan Covid-19 yang kerap dikritik dan dilaporkan kepada aparat penegak hukum oleh kalangan aktivis.

Sementara akademisi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) Banten, Ikhsan Ahmad, mengaku tidak terkejut terkuaknya kasus dugaan korupsi di lingkungan Dinas Kesehatan Provinsi Banten.

Kendati demikian, pihaknya menagrpeisai Langkah Kejati Banten yanhg megsuut kasus digaan korupsi di Dinkes Banten tersebut dan Kejato dinilai sudah tepat melakukan penyidikan terhadap dugaan melawan hukum pengadaan masker pada Dinas Kesehatan Provinsi Banten. “Saya berharap Kejati Banten dapat mengungkap kasus pengadaan masker ini sampai tuntas,” ujarnya.

Berita Terkait

Ikhsan mengaku mendapatkan informasi, bahwa pengadaan masker ini merupakan dari dana BTT (Bantuan Tak Terduga) untuk penanggulangan Covid-19 di Provinsi Banten. “Apabila Kejati Banten dapat mengungkap ini sampai tuntas, maka ini menjadi hal yang fantastis. Dimana pelaku dapat di jerat dengan hukuman mati,” katanya.

Selain itu, kata Ikhsan, pengadaan masker ini diduga adanya indikasi harga yang tidak wajar sehingga berpotensi kepada dugaan korupsi. “Berdasarkan informasi yang saya dapatkan, bahwa dugaan kemahalan harga tersebut diduga sampai setengahnya. Sehingga sangat wajar apabila Kejati Banten menaikan status ke tahap penyidikan,” tukasnya.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Banten, dr Ati Pramudji Hastuti yang biasanya ramah dan selalu menjawab pertayaan wartawan, kini malah memilih bungkam. Saat dihubungi melalui sambungan telepon meski dengan nada sambung aktif, namun pejabat asal Kota Tangerang ini tidak merespon.

Demikian juga, saat dikonfirmasi melalui pesan whastapp pribadinya, meski pesan yang dikirimkan sudah dibaca dengan tanda dua tanda cetang, karena penselnya di privat, namun pesan yang dikirimkan oleh indoposco juga tidak berbalas. (yas)

Laman sebelumnya 1 2
Sponsored Content
Back to top button