Nusantara

Tradisi Seba Badui Raih Prestasi Pariwisata Terfavorit pada Even API 2021

Sedangkan, kata dia, Gunung Liman itu merupakan gunung larangan yang harus dijaga juga titipan dari leluhur. “Dengan laporan yang disampaikan itu mereka para pelaku perusak Gunung Liman ditangkap aparat Kepolisian, “katanya.

Menurut dia, pelaksanaan tradisi Seba Badui wajib dilakukan setiap tahun oleh masyarakat Badui Dalam maupun Badui Luar, karena titipan leluhur itu.

Apabila, tidak dilaksanakan Seba Badui akan kualat dan dapat menimbulkan malapetaka bencana alam.

Oleh karena itu, tradisi Seba Badui itu hingga kini masih konsisten dan lestari dilaksanakan komunitas masyarakat Suku Badui, meskipun Indonesia dilanda pandemi COVID-19, katanya.

Tradisi Seba Badui yang berlangsung ratusan tahun dari sejak pemerintah Kerajaan Kesultanan Banten sampai kini masih dilakukan masyarakat Badui.

“Saya kira keberhasilan prestasi Seba Badui terfavorit pariwisata di even API itu dari konsisten budaya itu hingga kini masih lestari,” katanya.

Tokoh Badui yang juga Kepala Desa Kanekes Kecamatan Leuwidamar Kabupaten Lebak Djaro Saija mengatakan masyarakat adat Suku Badui kini tercatat 11.800 jiwa tersebar di 68 perkampungan sangat konsisten untuk melaksanakan upacara tradisi Seba Badui di tengah pandemi Covid-19.

Namun, ujarnya jumlah peserta yang hadir merayakan tradisi itu diwakilkan sebanyak 20 orang terdiri dari tujuh orang dari Badui Dalam dan 14 orang Badui Luar.

Dari tujuh orang warga Badui Dalam antara lain dari Kampung Cibeo tiga orang, Kampung Cikawartana dua orang dan Kampung Cikeusik dua orang.

Masyarakat Badui Dalam melaksanakan Seba berjalan kaki dari pemukiman Badui ke Rangkasbitung dan Kota Serang dengan menempuh kutang lebih sepanjang 80 kilometer dan jika pulang pergi 160 kilometer.

“Kami tahun ini perayaan Seba Badui terbatas hingga 20 orang, padahal 2021 perhitungan adat seba Gede yang dihadiri sekitar 2.000 orang, “pungkasnya. (yas)

Laman sebelumnya 1 2
Sponsored Content
Back to top button