Nusantara

Polda Jateng Ungkap Kasus Peredaran Alat Tes Antigen Tanpa Izin

Penangkapan tersangka dilakukan setelah polisi menerima informasi mengenai maraknya penjualan alat kesehatan berupa alat tes cepat antigen yang tidak berizin. “Berdasarkan informasi tersebut, polisi kemudian melakukan ‘undercover buy’ hingga akhirnya berhasil menangkap tersangka,” ujarnya.

Kapolda mengungkapkan tersangka telah memasarkan alat tes cepat antigen tanpa izin itu di area Jateng sejak Oktober 2020 hingga Februari 2021. “Untuk pendapatan kotor selama lima bulan yang diterima tersangka mencapai Rp 2,8 miliar,” kata Kapolda yang didampingi Dirreskrimsus Kombes Johanson Ronald Simamora.

Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 197 dan Pasal 106 UU RI Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan, serta Pasal 62 UU RI No.8/1999 tentang Perlindungan Konsumen dengan ancaman hukuman penjara selama 15 tahun. (wib)

Berita Terkait

Laman sebelumnya 1 2
Sponsored Content
Back to top button