Nusantara

Polisi Ungkap Peredaran Uang Palsu

Setelah menerima uang dari hasil penjualan handphone, korban merasa curiga karena uang hasil penjualan handphone ini, sewaktu diraba terasa halus dan benang pengaman tidak timbul.

“Mencurigai dengan uang yang diterimanya palsu dan merasa dirugikan, korban menyampaikan laporan ke Polres Seruyan dan langsung ditindaklanjuti dengan proses penyelidikan,” ujar Bayu.

Ia menambahkan, hasil penyelidikan Satreskrim Polres Seruyan, pelaku diketahui berada di Desa Pematang, Kecamatan Mentaya Hulu, Kabupaten Kotawaringin Timur dan berhasil ditangkap pada Kamis (22/4) beserta sejumlah barang bukti dan uang palsu pecahan Rp100 ribu.

“Saat ini tersangka sudah kami amankan untuk penyidikan lebih lanjut, tersangka dikenakan Pasal 36 ayat (3) juncto Pasal 26 ayat (3) Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang, dengan ancaman hukuman paling lama 15 tahun penjara dan pidana denda paling banyak Rp50 miliar,” ujarnya lagi.

Kapolres Seruyan itu pun mengimbau kepada seluruh masyarakat kabupaten berjuluk Bumi Gawi Hantantiring ini, agar lebih waspada terhadap peredaran uang palsu, apabila ditemukan hal-hal yang tidak wajar diharapkan bisa melaporkan hal tersebut. (bro)

Laman sebelumnya 1 2
Sponsored Content
Back to top button