Nusantara

Kejati Banten Tetapkan Kepala UPT Samsat Malingping sebagai Tersangka Kasus Pengadaan Lahan

Namun, tersangka belum sempat membalikan nama kepemilikan tanah hasil pembeliannya dari tiga pemilik lahan. Dari penjualan itu, tersangka mendapat keuntungan Rp400 ribu permeter dari selisih harga jual pemerintah Rp500 ribu permeter.

Menurutnya, kasus ini merupakan tindakan korupsi yang direncanakan. Sebab, tersangka yang juga merupakan Kepala UPT Samsat Malingping mengetahui persis akan ada pembangunan gedung baru untuk Samsat.

“6.400 kurang lebih (luasnya). Kami masih menghitung kerugian negaranya. Modus operandinya Sekretaris tim mengetahui persis lokasi tersebut akan dibangn UPTD Samsat, oleh sebab itu dia membeli dahulu dengan jumlah tertentu kurang lebih Rp100 ribu permeter. Kemudian pada saat akan digunakan membayar lebih besar dari itu,” terangnya.

Berita Terkait

Sejauh ini, Kejati Banten belum meghitung secara rinci jumlah kerugian negara. Terlebih, kasus ini masih dalam penyidikan. Ditegaskan Asep, tidak dapat menutup kemungkinan akan ada tersangka baru dari kasus ini. Pengembangan dan pemanggilan terhadap pihak terkait akn dilakukan guna membongkar kejahatan korupsi.

“Kurang lebih Rp500 ribu permeter, sementara ya hitungan kami. Kami akan dalami lagi, lengkapi lagi bukti lain terkait besarnya kerugian negara,” terangnya. (son)

Laman sebelumnya 1 2
Sponsored Content
Back to top button