Nusantara

PABOI Evakuasi Pasien Patah Tulang Belakang dari Lembata

Ia menjelaskan, selain patah tulang belakang yang diderita korban, anak perempuannya yang baru berusia 8 tahun harus kehilangan kaki kanannya karena beratnya cedera yang dialami. Anak pasien mengalami patah tulang terbuka pada kaki kanannya.

Tim dokter sudah berusaha untuk menyelamatkan kakinya dengan operasi yang pertama, namun dalam perkembangannya kakinya mulai menghitam dan infeksi berat sehingga harus diamputasi untuk menyelamatkan nyawa anaknya.

Proses evakuasi ini cukup cepat, berkat adanya koordinasi dan persiapan yang baik antara team dokter orthopaedi di Lembata dengan tim dokter orthopaedi yang bertugas di RSUD dr. Hendrikus Fernandez Larantuka yang menunggu kedatangan pasien, berdasarkan informasi yang disampaikan dr. Lia Marliana, SpOT(K), M.Kes; dr. Herwindo Ridwan, SpOT; dan dr. Helmiyadi Kuswardhana, Sp.OT.

Sementara, Ketua dan Sekjen PABOI, Dr. dr. Edi Mustamsir, SpOT(K) dan dr Adib Khumaidi, SpOT meminta pemerintah dan petugas penanganan bencana agar tetap menjalankan protokol kesehatan untuk mencegah penularan Covid-19 di area bencana ini.

“Para tim medis juga harus lebih waspada agar tidak terpapar Covid-19, mengingat masih banyak korban yang belum tertangani dan jumlah tim medis yang terbatas. Tim PABOI saat ini juga membuka bantuan donasi alat medis dan obat-obatan bagi para korban melalui berbagai cabang,” tuturnya. (ibs)

Laman sebelumnya 1 2
Sponsored Content
Back to top button