Nusantara

Seroja dan Kisah Duka di Adonara

Risma menilai pemerintah daerah dan petugas terkait sangat lambat dalam menangani korban bencana, terutama soal pendistribusian makanan dan kebutuhan pokok lainnya. “Kamu ini gak ada kerja, hanya berdiri-berdiri saja,” kata Risma kepada petugas Tagana.

Masa Pemulihan
Kabar kunjungan Presiden Joko Widodo ke NTT pun menyebar cepat hingga ke pelosok Adonara. Sehari menjelang kedatangan presiden, staf Kecamatan Adonara Timur beserta relawan tampak disibukkan dengan aktivitas distribusi bantuan.

Kalangan Musyawarah Pimpinan Daerah (Muspida) Flores Timur pun ikut sibuk turun ke lapangan untuk memastikan seluruh persiapan menyambut Joko Widodo telah sepenuhnya rampung.

Berita Terkait

Sejumlah jalan dan lapangan dibersihkan. Medan rawan dijaga ketat petugas kepolisian. Kendaraan pengangkut bantuan pun kian sering wara wiri di kantor kecamatan yang menjadi sentral penyimpanan bantuan.

Jumat (9/4/2021) siang, orang nomor satu di Indonesia tiba di Desa Nelelamadike, Kecamatan Ile Boleng, untuk meninjau lokasi bencana di kaki gunung Ile Boleng.

“Sama seperti di Lembata, lokasi yang ada sekarang kita relokasi yang nanti segera ditetapkan bupati dan gubernur. Yang jelas Kementerian PUPR siap membangun rumah secepat-cepatnya,” demikian pesan penting yang disampaikan Presiden dalam satu jam kunjungannya di Nelelamadike.

Kabar baik juga disampaikan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo. Pemerintah segera menyalurkan bantuan dana sewa hunian sementara untuk pengungsi senilai Rp500 ribu per KK setiap bulan.

Sementara di sektor kelistrikan, PLN Area Adonara fokus menangani kerusakan instalasi di delapan wilayah kecamatan yang terdampak bencana.

Hingga Sabtu (10/4), listrik sudah berangsur normal menuju 15 desa di Adonara Timur, 18 desa di Ile Boleng, 11 desa di Kelubagolit, serta 15 desa di Witihama. Kerusakan instalasi listrik di empat kecamatan lainnya, di Wotanulumado, Adonara Barat, Adonara Tengah, dan Adonara, belum bisa diperbaiki akibat kerusakan infrastruktur jalan.

“Pelanggan yang sudah menyala listriknya ada 14.355 pelanggan. Yang masih padam 13.569 pelanggan,” kata Manager PLN Adonara, Theo Aji Caraka.

Mitigasi bencana adalah hal penting yang perlu disikapi otoritas terkait sebagai upaya mengantisipasi terjadinya peristiwa serupa kembali terulang.

Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati menggarap sistem informasi peringatan dini bencana agar lebih mudah diakses oleh penduduk Adonara. “Fokus kami sejak awal mempermudah akses masyarakat terhadap peringatan dini bencana. Contohnya lewat media sosi Youtube, Facebook, Twitter, Instagram dan Tiktok. Mereka sudah memiliki mobile phone,” katanya.

BMKG telah melakukan riset pascabencana di Adonara dengan mewawancarai penduduk setempat. “Mereka bisa selamat karena dapat informasi dari grup WhatsApp. Mungkin ada sebagian tidak menerima, atau menerima tapi tidak memperhatikan. Tapi yang menerima dan memperhatikan itu tidak sedikit juga jumlahnya,” katanya.

Butuh waktu yang panjang untuk memulihkan kembali Adonara dari keterpurukan akibat bencana. Setidaknya, dukungan penuh pemerintah telah menorehkan harapan kepada mereka untuk segera bangkit dan melupakan lara akibat musibah. (aro)

Laman sebelumnya 1 2
Sponsored Content

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button