Nusantara

Belajar Tatap Muka Ditargetkan Juli, Gubernur Banten Minta Sekolah Gelar Simulasi

Yang menjadi persoalan, kasus corona di Banten masih belum stabil dan sering terjadi flukuatif. Bahkan hingga kini, mayoritas daerah berada di zona oranye dan satu darah masuk zona merah.

“Kami bersyukur kemarin sudah kuning, oranye 2 daerah, sekarang oranye semua, merah 1. Tapi kami tetap minta sekolah mempersiapkan diri untuk memlakukan simulasi tatap muka,” tuturnya.

Tabrani berujar, target sekolah menggelar simulai awalnya pada bulan ini. Namun pada kenyataanya bentrok dengan bulan puasa, ditambah siswa akan libur semester setelah ujian akhir sekolah.

“Sekolah itu wajib memberikan daftar isi, kalau sekolah nggak siap jangan lakukan simulasi. Yang paling penting sekolah siap, orangtua juga setuju. Kalau orangtua nggak setuju, tidak menjadi wajib. Saya mentargetkan bulan akhir puasa ini, April. Tapi bentrok bulan puasa jadi libur. Karena semsteran, ya habis lebaran (bisa simulasi),” ujarnya.

Saat ini, pihaknya sedang melakukan pendataan sekolah yang siap menggelar simulasi. Pembelajaran tatap muka di masa pandemi akan berbeda seperti biasanya. Mulai dari murid, jam belajar, mata pelajaran akan dibatasi.

“Jumlah tatap muka kita batasi dua atau 3 hari dalam seminggu. Jumalh siswa dibatasi maksimal 50 persen, durasi belajar dikurani 2-4 jam. Mata pelajaran materi esensial, materi pokok. Sekolah diminta ada luring dan daring. Tenaga pendidik sudah divaksin, sekarangkan sudah,” jelasnya. (son)

Laman sebelumnya 1 2
Sponsored Content
Back to top button