Nusantara

Wali Kota Kediri Klaim Programnya Responsif Gender

Dalam pelaksanaan evaluasi ini tidak seperti pada tahun-tahun sebelumnya. Untuk verifikasi lapangan dilakukan secara virtual dari Ruang Joyoboyo Balai Kota Kediri. Hal ini dilakukan karena masih pandemi Covid-19.

Kendati sudah dilakukan vaksinasi Covid-19, protokol kesehatan tetap diterapkan.

Verifikasi lapangan ini dilakukan oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) melalui Asdep PUG Bidang Politik dan Hukum (Polkum) Dermawan beserta tim verifikator.

Asisten Deputi Bidang Pengarusutamaan Gender Hukum dan Ham Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Dermawan mengatakan kegiatan ini diselenggarakan untuk melihat lebih dalam data dan informasi tentang pelaksanaan pengarusutamaan gender di wilayah Kota Kediri berdasarkan isian formulir evaluasi.

“Ini semua dengan harapan agar tim memperoleh data dan informasi lebih lengkap, komprehensif dan objektif, sebagai bahan penyusunan indeks pengarusutamaan gender yang akan dimulai pada tahun 2021 ini,” kata Dermawan.

Penetapan Kota Kediri sebagai salah satu wilayah yang diverifikasi, menurut dia berdasarkan pada hasil evaluasi sementara yang dilakukan oleh tim.

Namun, ia menegaskan proses ini tidak secara otomatis Kota Kediri akan menjadi salah satu calon penerima penghargaan Anugerah Parahita Ekapraya tahun 2020, karena semua tergantung dari hasil verifikasi, validasi dan konfirmasi terhadap data dan informasi tentang pelaksanaan pengarusutamaan gender di wilayah Kota Kediri.

Dalam kegiatan itu turut hadir Wakil Ketua DPRD Kota Kediri Firdaus, Ketua TP PKK Kota Kediri Ferry Silviana Abu Bakar, Sekretaris Daerah Kota Kediri Bagus Alit, Kepala Barenlitbang Kota Kediri Edi Darmasto, Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Lurah Pojok, Satgas PPA, Pusat Studi Gender & Anak (PGSA) IAIN Kediri, HWDI Kota Kediri, Pusat Kajian Wanita Universitas Tribakti, Lab Psikologi UNP, dan LBH Uniska. (bro)

Laman sebelumnya 1 2
Sponsored Content
Back to top button