Nusantara

Bea Cukai Jalin Sinergi Antarinstansi Demi Ekspor Makin Berseri

Lewat acara serupa, yaitu coffee morning bertajuk “Dengan Sinergi, Kita Bisa Mengembangkan Ekspor Komoditi dari Provinsi Sulawesi Tengah”, Bea Cukai Pantoloan juga mengikuti jejak Bea Cukai Makassar dan Bea Cukai Parepare.

Inisiatif Bea Cukai Pantoloan dalam acara tersebut menjadi bukti nyata keseriusan dalam terus mengupayakan peningkatan ekspor komoditas asal Sulawesi Tengah (Sulteng).

Di acara tersebut, Bea Cukai menggelar ruang diskusi bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sulawesi Tengah, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sulawesi Tengah, Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulawesi Tengah, Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Provinsi Sulawesi Tengah, PT Pelindo IV Cabang Pantoloan, Balai Karantina Pertanian Kelas II Palu, Stasiun Karantina Ikan Kelas I Mutiara, Palu, PT Garuda Indonesia Tbk., Agen Pelayaran PT Total Transport, Sinokor Merchant Marine Co., Ltd., serta Gabungan Pengusaha Ekspor Indonesia Sulawesi Tengah.

“Di acara tersebut setiap peserta dari instansi pemerintah, swasta, dan pengguna jasa memperoleh kesempatan untuk menyampaikan rencana maupun kendala yang dihadapi saat ini terkait kegiatan ekspor. Atas rencana yang disampaikan kemudian dibuatkan tindaklanjutnya dan atas kendala yang ada dipikirkan solusinya untuk kemudian diselesaikan secara bersama-sama. Kami yakin potensi-potensi daerah yang ada dapat ditindaklanjuti, khususnya fokus di komoditas perikananan di Kabupaten Tolitoli. Dengan sinergi dan kerja sama tentunya upaya kita dalam meningkatkan ekspor akan lebih mudah,” tuturnya.

Tak hanya di Pulau Sulawesi, aktifnya Bea Cukai menggandeng instansi pemerintah dan swasta untuk meningkatkan ekspor daerah juga terjadi di Pulau Jawa, tepatnya di Pamekasan.

Melalui Klinik Ekspor, Bea Cukai Madura menggandeng Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Timur (Disperindag Jatim) untuk mensosialisasikan e-SKA (surat keterangan asal). Peserta sosialisasi tersebut yaitu para pelaku industri kecil dan menengah (IKM) binaan Bea Cukai Madura yang berencana akan melakukan ekspor dan seluruh dinas perindustrian di wilayah Madura.

“Guna mengontrol laju ekspor di Indonesia, Kementerian Perdagangan (Kemendag) menerapkan peraturan untuk menggunakan surat keterangan asal (SKA) atau certificate of origin (COO) yang merupakan sertifikasi asal barang. Dalam sertifikat tersebut dinyatakan bahwa barang/komoditas yang diekspor adalah berasal dari daerah/negara pengekspor,” jelas Sudiro.

Ia menambahkan SKA didasarkan pada kesepakatan bilateral, regional, multilateral, unilateral, atau karena ketentuan sepihak dari suatu negara pengimpor/tujuan, yang mewajibkan SKA/COO ini disertakan pada barang ekspor Indonesia. COO/SKA ini yang membuktikan bahwa barang tersebut berasal, dihasilkan, dan atau diolah di Indonesia.

Beragam upaya yang ditempuh Bea Cukai dalam menjalin sinergi antarinstansi ini menurut Sudiro telah sesuai arahan Presiden Joko Widodo.

“Presiden mengatakan bahwa sinergi lintas kementerian harus ditingkatkan. Hal ini sebagai langkah strategis dalam percepatan pemulihan ekonomi nasional, di tengah tantangan pandemi Covid-19. Menghadapi pandemi ini dengan berbagai dampak yang ada, maka kerja sama antarsektor harus ditingkatkan. Bersama kita genjot pasar ekspor Indonesia,” tutupnya. (ipo)

Laman sebelumnya 1 2
Sponsored Content
Back to top button