Nusantara

Mau Wisata Religi di Bogor, Tempat Ini Sangat Direkomendasikan

“Patung Buddha Tidur ini memiliki ukuran 18 meter di bangun di atas lahan 6 ribu meter persegi,” bebernya.

Lebih jauh Ade menuturkan, proses pemahatan patung dilakukan selama dua tahun. Dan memerlukan 10 orang tukang pahat. “Ada ritual tertentu yang harus dilakukan saat proses pemahatan patung. Para pemahat tidak boleh memakan semua yang berjiwa (vegetarian),” ujarnya.

Ade mengungkapkan, asal muasal patung Buddha tidur dari Afghanistan. Kemudian menyusul dibangun di Penang, Malaysia, lalu Thailand, dan Tiongkok. Di Indonesia sendiri, menurutnya, patung Buddha tidur bisa ditemukan di Mojokerto dengan panjang 15 meter dan Lasem dengan panjang 10 meter.

Patung yang menghadap ke kanan, menurut Ade, memiliki makna tentang kesehatan. Posisi tersebut memberikan ruang kerja lebih leluasa kepada jantung yang ada di dada sebelah kiri. Warna kuning pakaian pada patung memiliki makna keberkahan.

“Setiap tahun patung dimandikan dengan kembang. Ritual ini dilakukan setiap menjelang Tahun Baru Imlek. Kembang yang digunakan di antaranya kembang sedap malam dan kembang melati. Biasanya dimandikan pada penanggalan 24 Imlek dan dilakukan oleh umat,” ucapnya.

Ade menyebutkan, untuk membangun patung sedikitnya menghabiskan anggaran hingga Rp 3 miliar. Patung, dikatakan Ade memiliki latar belakang pohon bodhi. Ini sesuai dengan kehidupan nyata Buddha yang menghabiskan waktu untuk bermeditasi di bawah pohon bodhi.

“Patung Buddha mimiknya tersenyum dengan lambang swastika di dadanya yang melambangkan kasih sayang,” terangnya. (nas)

Laman sebelumnya 1 2
Sponsored Content
Back to top button