Nusantara

Ekspor Produk Perikanan Dioptimalkan Bea Cukai di Masa Pandemi

Mengutip Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Maluku, Elvis Pattiselanno, Saut Mulia mengatakan, “Kalau ada malam pertama pasti ada malam-malam berikutnya, jadi kalau ada ekspor perdana pasti ada ekspor-ekspor berikutnya. Pesan Pak Elvis yang tidak kalah penting yaitu jangan melihat dari volume atau nilai, tetapi kita lihat dari kemauan mereka untuk melakukan ekspor dari Maluku. Hal ini berarti menunjukkan bahwa mereka mencintai daerah ini.”

Ia menambahkan, pihaknya siap memberikan pelayanan dan menggelar karpet merah untuk para pengusaha yang ingin melakukan ekspor, untuk meningkatkan perekonomian Maluku dan Ambon khususnya.

Komoditas produk perikanan berupa kepiting juga meningkat jumlah ekspornya di Timika. Pada 27 Januari 2021, Bea Cukai Timika memfasilitasi UD. Harapan Nurdiana Jaya dalam melakukan ekspor non tambang dengan komoditas live mangrove crabs sebanyak 70 boks dengan berat kotor 2.100 ton tujuan Malaysia.

“Ekspor live mangrove crabs mengalami kenaikan yang signifikan, dari yang sebelumnya hanya hitungan belasan boks sekarang naik hingga tujuh puluh boks. Kenaikan tersebut disebabkan karena persiapan menjelang hari raya Imlek dan penurunan harga komoditas di Jakarta. Tren ekspor yang tinggi ini juga diperkirakan akan naik hingga menjelang hari raya Imlek,” jelas Kepala Kantor Bea Cukai Timika, I Made Aryana.

Bea Cukai Timika juga melaksanakan asistensi guna memastikan kesiapan dan prasana serta kelengkapan administrasi. “Agar ekspor dapat berjalan dengan lancar dan sesuai ketentuan yang berlaku, salah satunya terkait pengujian sampel yang mesti dilakukan guna memastikan bahwa produk perikanan yang diekspor memang mempunyai uji klinis kesehatan yang baik.
Dengan adanya ekspor ini diharapkan dapat mendorong ekonomi masyarakat sekitar dan tentunya akan menumbuhkan iklim usaha/investasi,” tutupnya. (ipo)

Laman sebelumnya 1 2
Sponsored Content

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button