Native Ads

KemenkopUKM Siap Kolaborasi dengan Sound of Borobudur

Sementara itu, Direktur Utama Smesco Indonesia Leonard Theosabrata bercerita bahwa dirinya berkesempatan berkolaborasi dengan Disney di tahun 2017 yang dikenal sebagai emporium IP raksasa di dunia. “Ini menjadi referensi bentuk kolaborasi di bidang IP yang harapannya dapat dimotori oleh SoB,” tuturnya.

Menurutnya, industri berbasis IP memungkinkan terjadinya kolaborasi lintas stakeholder, dan lintas subsektor ekonomi kreatif. Sebelum pandemi Covid-19, Disneyland bisa mendatangkan lebih dari 18 juta orang setiap tahunnya.

“Mereka bisa menjual merchandise dari gantungan kunci seharga 2 dolar Singapura, hingga istana mainan seharga 37.500 dolar Singapura,” papar Leo.

Musisi Purwatjaraka menyatakan, SoB merupakan gerakan untuk membunyikan relief dan membuktikan bahwa Indonesia sudah punya peradaban yang tinggi sejak abad ke-7.

Purwatjaraka bersama Trie Utami, Dewa Budjana, Bintang Indrianto, Rully Fabrian, dan timnya telah meneliti relief yang terpahat di Candi Borobudur dan membuat replika alat musik. Mulai dari membuat komposisi, aransemen, dan membunyikan relief itu dalam metode modern.

Hal yang menarik pada SoB adalah hadirnya replika alat musik dawai yg sama dengan gambaran dawai di relief Karmawibhangga Candi Borobudur. Replika alat musik dawai ini telah berhasil dibentuk dan dibunyikan oleh para pembakti budaya.

Sebagaimana diketahui, sejak tahun 824 Masehi saat peresmian Candi Borobudur, pada bagian panel relief Karmawibhangga ternyata tergambar dengan jelas beberapa orang memainkan alat musik yang sangat khas. (adv)

Laman sebelumnya 1 2
Sponsored Content
Back to top button