Nasional

BKSDA Kalteng Lepasliarkan Tiga Orangutan di Taman Nasional BBBR

Hal ini juga sebagai upaya untuk meningkatkan populasi orang utan di habitat alaminya, khususnya TNBBBR.

Pemantauan setelah pelepasliaran akan dilakukan dengan intensif untuk memastikan orang utan mampu beradaptasi dengan baik di habitat barunya.

Balai TNBBBR bersama BKSDA Kalteng bekerja sama dengan mitra Yayasan BOS serta para pihak lainnya telah melepasliarkan 189 individu orang utan sejak 2016 di kawasan TNBBBR di wilayah kerja Resor Tumbang Hiran Kalimantan Tengah.

Dari hasil kegiatan tersebut tercatat lima kelahiran alami sebagai capaian luar biasa bagi keberadaan orang utan Kalimantan yang saat ini berstatus sangat terancam punah.

“Melalui dukungan para pemangku kepentingan, kami akan terus berupaya menjaga keberadaan orang utan Kalimantan, yang memiliki peran penting dalam menjaga kualitas hutan dan keutuhan ekosistem. Bersama mari kita menjaga satwa liar yang dilindungi serta menjaga hutan dan seisinya demi masa depan anak cucu kita,” ucapnya.

Ketua Pengurus Yayasan BOS Jamartin Sihite mengungkapkan pelepasliaran orang utan sebagai tahapan akhir dari proses rehabilitasi yang panjang dan tidak berhenti pada saat orang utan telah dilepasliarkan.

Tim Post Release Monitoring (PRM) masih harus mengikuti perkembangan orang utan yang dilepasliarkan setiap hari dan memastikan mereka dapat bertahan hidup di alam.

Sejalan dengan Hari Cinta Puspa dan Satwa (HCPSN), ia mengajak semua pihak bersama-sama berkomitmen untuk mengatasi berbagai ancaman yang dihadapi satwa liar dan meningkatkan perlindungan terhadap flora dan fauna Indonesia, dalam hal ini orang utan.

“Spesies ini berperan sangat penting untuk melestarikan hutan kita yang berharga,” kata dia. (bro)

Laman sebelumnya 1 2
Sponsored Content

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button