Nasional

Cegah Gagal Ginjal Akut, Perhatikan Frekuensi Buang Air Kecil Anak

INDOPOSCO.ID – Juru Bicara Kementerian Kesehatan Mohammad Syahril menyarankan para orang tua untuk mewaspadai frekuensi dan jumlah buang air kecil pada anak untuk mencegah terjadinya gagal ginjal akut.

“Gagal ginjal ini ditandai dengan frekuensi buang air kecil dan jumlahnya. Biasa 12 kali sehari kemudian mendadak sedikit, lalu biasa banyak sekarang tidak,” katanya dalam diskusi daring “Misteri Gagal Ginjal Akut” di Jakarta, Sabtu.

Syahril menjelaskan bahwa gagal ginjal akut dimulai dari gangguan ginjal yang disebabkan oleh terganggunya fungsi ginjal sebagai pusat metabolisme tubuh dan mengeluarkan urine atau buang air kecil sebagai sisa dari metabolisme. Jika gangguan ginjal berlanjut dan bahkan hingga tidak bisa buang air kecil, maka bisa berlanjut ke gagal ginjal akut.

“Ini yang menyebabkan banyak meninggal, ini terlambat karena begitu sudah terjadi gagal ginjal karena tidak bisa memproduksi urine, metabolisme susah karena rusaknya ginjal,” ujarnya.

Kasus gagal ginjal ginjal akut, tuturnya, merupakan kasus yang wajar terjadi pada anak akibat infeksi dan pendarahan. Kementerian Kesehatan mencatat kasus gagal ginjal biasanya hanya berjumlah 1-2 kasus per bulan, namun sejak akhir Agustus terdapat peningkatan yang signifikan dengan tingkat kematian 55 persen.

1 2Laman berikutnya
Sponsored Content
Back to top button