Nasional

Konsorsium Bentang Seblat Petakan Koridor Gajah di Bengkulu

Ali menjelaskan bahwa rancangan koridor gajah di Bentang Seblat merupakan hasil kerja Forum Kolaborasi Pengelolaan KEE Koridor Gajah yang dibentuk berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Bengkulu tahun 2017.

Setelah melakukan pemetaan koridor, forum akan membahas penetapan koridor gajah di Bentang Seblat, pemasangan prasarana pendukung, serta pelaksanaan pengawasan.

Dosen Fakultas Kehutanan Universitas Bengkulu Gunggung Senoaji mengemukakan bahwa koridor gajah di lanskap Seblat merupakan kebutuhan mendesak untuk menyelamatkan populasi gajah sumatera di Provinsi Bengkulu.

Berita Terkait

Gajah sumatera yang tersisa di Bengkulu tidak lebih dari 70 individu yang terpisah menjadi beberapa kelompok kecil yang terperangkap dalam kantong-kantong habitat yang rentan terhadap gangguan, karena itu perlu koridor untuk menghubungkan habitat,” kata Gunggung selaku anggota Forum Kolaborasi Pengelolaan KEE.

Selain anggota Konsorsium Bentang Seblat yang terdiri atas lembaga non-pemerintah Kanopi Hijau Indonesia, Genesis Bengkulu, dan Lingkar Inisiatif, tim pemantau koridor gajah mencakup perwakilan pemegang izin perkebunan dan pengusahaan hutan, yakni PT Bentara Arga Timber dan PT Alno Agro Utama. (bro)

Laman sebelumnya 1 2
Sponsored Content
Back to top button