Nasional

Kementan Ciptakan Kepastian Harga untuk Bangkitkan Kedelai Nasional

“Selain itu, melaksanakan pengelolaan hama terpadu dan melaksanakan korporasi petani,” katanya.

Sementara itu, Kepala Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian, Kementan menjelaskan untuk merealisasikan kebijakan harga sebagai strategi meningkatkan produksi kedelai dalam negeri, yakni harus mengupayakan stabilitas harga pada tingkat yang memberikan keuntungan kompetitif. Dalam hal ini dengan kedelai impor dan komoditas pesaing utama agar petani tertarik untuk bisa mengembangkan tanaman kedelai.

“Upaya peningkatan produktivitas itu harus menjadi yang utama agar biaya per satuan kilo dapat menurun karena salah satu kunci daya saing ada di situ. Kemudian penggunaan varietas unggul dan teknologi budidaya harus kita dorong agar produktifitas para petani dapat merata. Tentu ini perlu upaya-upaya yang sangat keras agar dapat tercapai,” papar Sudi.

Koordinator Program dan Fasilitasi Pembiayaan, Direktorat Pembiayaan Pertanian, Kementan, Siswoyo menjelaskan peran Kementan dalam fasilitas KUR diantaranya mempersiapkan usaha tani yang melakukan usaha produktif untuk dapat dibiaya dengan kredit/pembiayaan. Menetapkan kebijakan dan prioritas bidang usaha yang akan menerima pinjaman kredit/pembiayaan.

“Kemudian melakukan pembinaan dan pendampingan selama masa kredit atau pembiayaan dan memfasilitasi hubungan antara usaha tani dan koperasi dengan pihak lainnya,” sebutnya.

Perlu diketahui, saat ini harga kedelai impor sudah mencapai Rp 12.500 per kilogram. Naiknya harga kedelai impor berdampak pada naiknya harga kedelai lokal. Harga rata-rata kedelai lokal di tingkat petani mencapai Rp 11.500 per kilogram yang merupakan harga tertinggi di Indonesia dalam 5 tahun terakhir. (srv)

Laman sebelumnya 1 2
Sponsored Content
Back to top button