Nasional

Stafsus Menag: Hari Santri Momentum Respon Isu Publik dan Pesantren

Baca Juga: DMI Ajak Pondok Pesantren Siapkan Santri Jadi Cendekiawan Muslim

“Forum diskusi ini perlu memikirkan bagaimana Hari Santri yang sudah ditetapkan Pemerintah sebagai Hari Nasional bisa jauh lebih menjangkau masyarakat luas, bahkan menjadikannya sebagai milik bangsa. Hal ini mengingat bahwa Hari Santri ditetapkan melalui Keputusan Presiden Nomor 22 Tahun 2015,” sambungnya.

Lebih lanjut Stafsus mengingatkan bahwa semangat peringatan Hari Santri juga perlu sejalan dengan program prioritas Kementerian Agama, terutama Moderasi Beragama dan Tahun Toleransi. Ia juga menegaskan bahwa Peringatan Hari Santri perlu dijadikan momentum menumbuhkan sikap moderat dan toleransi di kalangan santri, umat Islam dan bangsa pada umumnya.

Diskusi berjalan cukup hangat di seputar tema dan rangkaian program untuk menyemarakkan perayaan Hari Santri. Beberapa program yang dibahas antara lain: Surat Santri untuk Presiden dan Menteri Agama, Challenge Selamat Hari Santri, Santri Sehari Menjadi Menteri Agama, serta Santriversary sebagai Malam Puncak Perayaan Hari Santri 2022.

Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren, Waryono, mengucapkan terima kasih kepada berbagai pihak yang turut hadir. Dia berharap out put diskusi ini menjadi kesiapan suksesnya rangkaian program, kegiatan dan perayaan Hari Santri tahun ini.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Stafsus, Tenaga Ahli dan semua yang hadir mewakili Ormas Islam dan Pondok Pesantren, semoga Peringatan Hari Santri pada 22 Oktober nanti dapat kita peringati dengan penuh makna,” tutupnya. (arm)

Laman sebelumnya 1 2
Sponsored Content
Back to top button