Nasional

Presiden: Idul Adha Menebarkan Kebaikan Sebanyak-banyaknya

“Mumpung masih ada harapan hidup, saat yang tepat untuk melakukan evaluasi, menimbang-nimbang antara nikmat Allah Swt yang sudah diberikan kepada kita dengan prestasi yang telah kita capai baik sebagai Abdulloh (penghambaan kepada Allah) maupun sebagai khalifatullah (untuk memakmurkan alam semesta). Kesimpulannya, pasti kita mengalami defisit kebaikan,” kata Nuh.

Artinya, modal yang telah diberikan Allah Swt kepada manusia tidak bisa dihitung besarnya. Namun, hasilnya sangat bisa dihitung bahkan sering kali modal tersebut dikorupsi dengan menyalahgunakan nikmat tersebut.

“Memang sangat banyak penyebab defisit kebaikan kita antara lain dosa yang sifatnya personal, juga dosa yang sifatnya sosial, yang diakibatkan karena abai atau tidak peduli terhadap masalah sosial,” tambahnya.

Dia mengatakan sikap abai terhadap masalah sosial tersebut seperti tidak peduli terhadap nasib anak yatim dan keengganan menyelesaikan persoalan sosial mendasar.

“Dalam keadaan defisit, tidak ada cara yang paling mulia, kecuali pertama, memohon ampun dan welas asih kepada pemberi modal yaitu Allah Swt sebagaimana doa yang dianjurkan setelah salat tahajud; dan kedua memanfaatkan kesempatan yang tersisa untuk terus menyiapkan bekal terbaik, amal saleh, tidak menyekutukan Allah Swt dengan lainnya dan amalan yang memiliki nilai berkelanjutan dan laku di tempat tujuan (barzach),” ujarnya.

Salat Idul Adha di Masjid Istiqlal, Minggu (10/7), juga diikuti sejumlah pimpinan lembaga negara, menteri Kabinet Indonesia Maju, duta besar negara sahabat, dan pejabat pemerintah.

Turut hadir pula Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa, Ketua Mahkamah Konstitusi Anwar Usman, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno, Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid, Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir, Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia, Menteri Pemuda dan Olahraga Zainuddin Amali, Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Teten Masduki, Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, dan pejabat lainnya.

Pada Idul Adha 1443 Hijriah, Presiden Jokowi menyerahkan hewan kurban di Masjid Istiqlal berupa seekor sapi berjenis Simental dengan bobot 1,2 ton. Perolehan hewan kurban di masjid Istiqlal tahun 2022 adalah sapi 32 ekor dan kambing 16 ekor. (mg1)

Laman sebelumnya 1 2
Sponsored Content
Back to top button