Nasional

Kementan Tetapkan Pinang Betara Jambi Komoditas Unggul Berorientasi Ekspor

Dedi menyebutkan selain pinang, Provinsi Jambi juga merupakan Kawasan Nasional Pengembangan Kopi khususnya Kopi Kerinci. Pasar Internasional sudah cukup mengenal taste dan karakteristik kopi Kerinci Jambi yang telah memiliki Sertifikasi Indikasi Geografis.

“Kemitraan ekspor komoditas kopi juga berhasil dijalin yaitu antara petani produsen kopi arabika MPIG Koerintji dengan Koperasi Koerintji Barokah, dan akan terus didorong kemitraan secara berkelanjutan,“ jelas Dedi.

Saat ini tercatat ekspor pinang pada tahun 2021 meningkat 4,9% dari sisi volume dan meningkat 39,3% dari sisi nilai dibandingkan dengan tahun 2020 (YoY). Begitupun dengan kopi Indonesia pada tahun 2021 meningkat 0,9% dari sisi volume dan meningkat 3,6% dari sisi nilai ekspor dibanding 2021 (YoY).

” Kedepan Komoditas kopi masih akan terjadi peningkatan ekspor seiring dengan peningkatan konsumsi kopi dunia, sedangkan untuk pinang, pasar akan terus berkembang seiring meningkatnya kebutuhan pinang untuk produk kecantikan, kesehatan dan farmasi,” ujarnya.

Perlu diketahui bahwa bulan April lalu, Presiden Joko Widodo didampingi Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo telah melepas ekspor komoditas pinang biji asal Provinsi Jambi sebanyak 7 kontainer atau sekitar 126 ton dengan nilai ekonomi mencapai Rp4,07 miliar tujuan Pakistan. Kementan mencatat ekspor komoditas pinang Jambi pada Januari s.d. Maret 2022 sebanyak 17.174 ton dengan nilai mencapai Rp416,4 miliar.

Namun menurut Dedi tantangan terkait ekspor komoditas perkebunan juga perlu diantisipasi dengan baik, mulai dari perbaikan standarisasi mutu produk serta reduksi tarif bea masuk disejumlah negara tujuan ekspor.

“Terkait mutu, fokus penanganan GAP dan GHP ditingkat pekebun akan terus menjadi perhatian kami. Khusus reduksi Bea Tarif Masuk produk dapat ditempuh melalui upaya diplomasi bilateral yang akan terus didorong dengan negara tujuan ekspor,“ ujar Dedi.

Selanjutnya untuk branding produk, kegiatan promosi menjadi hal yang penting dalam memperkenalkan produk perkebunan di provinsi Jambi.

“Tahun 2022 ini mudah-mudahan peluang promosi melalui Odicoff (one day with Indonesia Coffee, Fruit and Floriculture, Red) akan terlaksana secara optimal sehingga membuka akses pasar produk untuk ekspor,“ ungkapnya. (adv)

Laman sebelumnya 1 2
Sponsored Content
Back to top button