Nasional

Tiga Pemilu Tunjukkan Potret Buram Keterwakilan Perempuan

Akan tetapi, lanjut dia, pada Kamis dini hari pemilihan berlangsung secara tertutup sehingga tidak dapat disaksikan oleh publik. Hal ini menjadi pertanyaan bagaimanakah metode penentuan peringkat yang dibuat.

“Lalu, apa yang menjadi dasar penentuan rangking tersebut? Bahkan, nama-nama yang terpilih sama dengan nama-nama yang beredar melalui pesan berantai sebelum fit and proper test dimulai,” katanya.

Titi, yang pernah menjabat sebagai Direktur Eksekutif Perludem, sangat menyayangkan keputusan DPR dalam mempertahankan kembali tradisi tidak elok tersebut, yakni hanya memilih satu perempuan sebagai anggota KPU dan satu perempuan sebagai anggota Bawaslu.

Berita Terkait

Padahal, menurut dia, di tengah dorongan publik yang sangat kuat, serta tersedianya calon anggota KPU dan Bawaslu perempuan yang berkompeten dan berintegritas.

Ia menyatakan bahwa Komisi II DPR RI punya kesempatan untuk melaksanakan mandat UU Pemilu memilih 30 persen perempuan dari komposisi keanggotaan KPU dan Bawaslu.

“Adanya Ketua DPR perempuan untuk pertama kalinya ternyata juga tidak berdampak signifikan pada sikap politik parpol di parlemen terhadap pemenuhan keterwakilan perempuan di KPU dan Bawaslu,” ujarnya. (mg3)

Laman sebelumnya 1 2
Sponsored Content
Back to top button