Nasional

Mengatasi Problem Gizi Masyarakat

Tidak hanya itu, permasalahan stunting juga berkontribusi pada melebarnya kesenjangan ekonomi pada tingkat individu. Pada akhirnya kemiskinan antar-generasi sulit dihindari. Semakin melebarnya gap kesenjangan kemiskinan akan dapat berpengaruh terhadap keseimbangan beragam dimensi kehidupan. Bahkan ini dapat menjadi sebuah lingkaran setan yang tidak berkesudahan. Persoalan kesehatan berkelindan dengan kemiskinan begitu sebaliknya. Saling mempengaruhi satu sama lain dan seolah-olah saling mengikat.

Begitupun dengan persoalan obesitas. Individu yang “tervonis” obesitas terancam dihinggapi berbagai penyakit degeneratif. Kondisi ini tentu tidak semata akan merugikan diri sendiri namun juga pada akhirnya membawa dampak bagi keseluruhan siklus kehidupan yang saling berkaitan. Pembangunan, sekali lagi tidak akan menemui keberhasilannya jika berjalan di atas sumber daya yang tidak sehat dan rendah produktivitasnya.

Stunting dan obesitas harus segera ditangani sedemikian rupa. Setidakanya ada beberapa pendekatan yang perlu dilakukan: pertama, pendekatan spasial. Pemenuhan kebutuhan gizi sesuai dengan standar kebutuhan individu harus terpantau dan terevaluasi dengan baik oleh pemerintah. Intervensi program pemantauan harus disusun sedemikian rupa sehingga memberikan informasi yang memadai terkait dengan upaya pencegahan stunting dan obesitas.

Pemetaan wilayah atau keluarga yang berpotensi rendahnya pemenuhan nutrisi sangat penting dilakukan melalui unit-unit kesehatan yang tersebar dipelosok-pelosok negeri. Begitupun juga pemetaan terhadap kondisi masyarakat yang mulai terjangkit dengan obesitas.

Kedua, pendekatan sosial-kultural. Kantung-kantung kemiskinan perlu mendapat pemantauan yang lebih intens. Selain intervensi kesehatan, menumbuhkan ruang kesadaran akan pentingnya memenuhi kebutuhan gizi yang ideal harus lebih digencarkan. Kemiskinan cenderung lekat dengan persoalan kesehatan dan pendidikan. Rendahnya tingkat pendidikan tentu akan berpengaruh pada sisi pemahaman mereka terhadap konsep ketercukupan gizi dan kesehatan keluarga.

Oleh karenanya membangun pemahaman dan menumbuhkan mindset yang benar di masyarakat adalah bagian yang tidak kalah penting dan mendesak. Nilai dan gaya hidup akan berubah seiring dengan perubahan mindset tentang kesehatan. Pada aspek ini menumbuhkan kader-kader kesehatan menjadi sangat penting dan dibutuhkan.

Ketiga, pendekatan anggaran. Dalam hal ini adalah mengoptimalkan pemanfaatan Dana Desa (DD) dalam mengurangi angka stunting di desa. Salah satu target Sustainable Development Goal’s (SDG’s Desa) adalah mewujudkan Desa Tanpa Kemiskinan dan Kelaparan.

Penggunaan DD, berkenaan dengan target SDG’s tersebut, salah satu kegiatan prioritasnya adalah pencegahan stunting di desa. Diantara wujud kegiatan yang dapat dilakukan adalah: konseling gizi, peningkatan layanan kesehatan ibu dan anak, pembangunan fasilitas air bersih dan sanitasi dan penyediaan makanan sehat sehat dan bergizi untuk ibu hamil, balita dan anak sekolah.

Pemanfaatan DD di dalam upaya pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat tentu akan lebih efektif dan efisien karena dekat dengan objek sasaran. Tentu selain pengupayaan pencegahan stunting, DD dapat dioptimalkan untuk menumbuhkan sistem kesehatan masyarakat yang lebih baik, termasuk penyelesaian permasalahan obesitas.

Hadirnya kualitas kesehatan masyarakat yang semakin membaik menjadi salah satu kunci pembangunan nasional dan daerah yang berkualitas. Semoga pada peringatan yang ke-62 ini, kita jauh semakin menyadari pentingnya kesehatan bagi kualitas kehidupan yang lebih baik.(*)

Penulis adalah Analis Ketahanan Pangan, Kementerian Pertanian

Laman sebelumnya 1 2
Sponsored Content
Back to top button