Nasional

Jangan Ada Kasus RS Tolak Pasien Covid Karena Keterbatasan Alat dan Biaya

“Jadi apabila ada informasi Omicron tidak berbahaya, Tapi mengapa jumlah ranjang terisi di rumah sakit makin meningkat, termasuk ruang ICU? Pemerintah harus dapat menjelaskan ini dengan baik,” ujarnya.

Ia mengingatkan agar pemerintah memastikan upaya testing dengan SGTF (S-gene target failure). Apalagi tes tersebut tidak dimiliki oleh fasilitas kesehatan di Indonesia.

“Varian Omicron tidak bisa dideteksi dengan tes PCR dan antigen biasa. Jadi pemerintah harus memastikan kemampuan testing di daerah dalam mendeteksi varian secara lebih spesifik,” tegasnya.

Politisi PKS ini berharap pemerintah mengevaluasi beberapa hal penting dalam penanganan Omicron. Di antaranya memperkuat tindakan pencegahan di masyarakat dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. Selain itu meningkatkan upaya testing dan tracing.

“Tracing kasus Omicron harus dilakukan dengan serius dan teliti. Perbanyak testing untuk mengcover kasus harian dengan alat tes khusus,” ucapnya.

“Pemerintah juga harus merespon semua kebutuhan rumah sakit terkait alat dan dukungan infrastruktur. Jangan sampai RS enggan menerima pasien karena kurangnya dukungan ketersediaan alat dan cover pembiayaan,” imbuhnya.(nas)

Laman sebelumnya 1 2
Sponsored Content
Back to top button