Nasional

Dunia Melihat UMKM Indonesia untuk Perkuat Ekonomi Hijau

Menteri Teten mengatakan sejumlah peluang dimiliki Indonesia, yakni populasi anak muda mencapai lebih dari 64 persen penduduk (BPS, 2020). Sebanyak 73 persen anak muda Indonesia ternyata berminat berwirausaha (SMERU, 2021). Generasi muda akan terus didorong untuk menjadi entrepreneur-entrepreneur muda yang produktif dan kompetitif.

Ekonomi digital Indonesia terus bertumbuh. Tahun 2021 nilai transaksi e-commerce sekitar Rp395 triliun dan akan terus meningkat. Diprediksi nilai ekonomi digital akan mencapai US$146 miliar atau sekitar Rp2.100 triliun di tahun 2025.

Dukungan pembiayaan untuk sektor UMKM yang dialokasikan pemerintah semakin besar. Plafon KUR ditingkatkan menjadi Rp373,17 triliun, dengan dengan pemberian subsidi bunga 3 persen selama 6 bulan.

MenKopUKM mengatakan agenda KemenKopUKM tahun 2022 adalah pemulihan dan tranformasi UMKM nasional. Untuk itu, sebanyak 70 persen program prioritas KemenkopUKM tahun 2022 langsung menyasar anak muda, perempuan, serta fokus untuk mendukung pengembangan usaha yang ramah lingkungan berbasis keunggulan lokal.

Agenda itu didukung oleh survey yang dilakukan oleh KemenKopUKM bahwa sekitar 95% UMKM tertarik dengan gagasan praktik usaha ramah lingkungan dan 90% tertarik untuk melakukan praktik usaha inklusif. UMKM milik perempuan pun menunjukkan dukungan besar untuk praktik usaha ramah lingkungan dan inklusif.

“Trend pemulihan ini menjadi momentum Indonesia melakukan percepatan pengembangan UMKM Nasional untuk semakin mendunia dengan memanfaatkan perubahan paradigma ekonomi dunia dan berbagai forum internasional yang berlangsung di Indonesia,” kata MenkopUKM. (bro)

Laman sebelumnya 1 2
Sponsored Content
Back to top button