Nasional

Antisipasi Perubahan Iklim, Kementan Lakukan Gerdal OPT Ramah Lingkungan

Suwandi minta masing-masing Dinas mereplikasi hal positif ini.

“Silakan daerah lain ikuti karena ini terbososan baru. Sesuai dengan arahan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo untuk selaku sigap dan tanggap mengamankan produksi pertanian demi tercapainya pertanian yang maju ,mandiri dan modern,” tandasnya.

Di lokasi Gerdal, Kepala Dinas Kabupaten Subang Nenden Setyowati mengakui daerah ini memang rawan banjir. “Alhamdulillah tahun ini tidak terjadi seperti tahun 2020, Ke depan targetnya khusus yang zona merah menjadi tidak merah lagi. Karena di sini selain banjir juga ada OPT terutama saat akan musim kemarau,” terang Nenden.

Wilayah Subang tahun ini juga mendapat program IP 400 seluas 1.000 ha.

“Ke depan insya Allah lebih luas, IP 400 nya. Begitu juga dengan BTS, hari ini 100 ha mudah-mudahanan dengan adanya pilot project ini bisa berhasil dan menjadi contoh untuk lahan lain di Subang,” terangnya.

Sementara itu petugas POPT Kikin mengungkapkan luas BTS di Subang 1.000 ha, khusus di Tanjungrasa 100 ha yang saat ini dilakukan gerdal Paenibacillus. Kikin mengungkapkan daerah ini menggunakan Paenibacillus pasalnya daerah kronis endemis BLB dan Blas.

“Dengan Paeniibacillus dan ditunjang varietas tahan blas bisa mengamankan produksi ” jelasnya

“Kalau diadakan pengendalian ini untuk menekan perkembangan, tetapi kalau gerakan preentif seperti ini bisa seminimal mungkin serangan tidak terjadi,” tambah Kikin.

Pembuatan Paenibacillus cukup mudah dengan 6 kg kentang bisa untuk 20 liter larutan. Ditambah 200 gram gula dan isolat 4 tube dalam waktu 15 hari bisa diaplikasikan. Per hektar perlu 2,5 liter atau 5 cc per liter air. Adapun penggunaannya sebaiknya dilaksanakan sejak perendaman benih, di persemaian dan masa pertanaman 3 kali yakni usia 12, 24 dan 48 hari.

“Seminggu kemudian gerakan ini kita amati lagi, jika ada gejala maka kita ulangi lagi,” tambah Kikin

Di tempat yang sama Dandim Subang Letkol czi Irsad Wilyarto, mengutarakan rasa bangganya bisa ikut mendukung gerakan ini. ” Hari ini kita lakukan gerakan pengendalian hama. Kita tau bahwa di Subang sebagai lumbung pangan di Jabar, namun kita juga tahu saat ini sedang ada pengembangan kawasan indsutri ” kata Irsad.

“Saya mengimbau karena kita sebagai lumbung pangan maka kita harus tetap menjaga dan melakukan inovasi dan kreativitas bahwa pangan harus tetap terjaga karena pangan adalah unsur yang penting untuk menjaga eksistensi negara kita,” pintanya.

“Intinya kami dari Kodim Subang selalu support kegiatan yang dpt meningkatkan panen yang selama ini sudah ada,” tambahnya

Sebagai pejabat pemangu wilayah di Kecamatan Patokbeusi, Camat Heri Sopandi pun menyambut baik kegiatan di
Kecamatan wilayahnya, dengan adanya gagasan kementan dan TNI bantuan untuk pertanian.

Ia sepakat Subang sebagai Kabupaten yang berkembang bagaimana caranya petani bisa tingkatkan provitas sehingga pertanian berkembang.

“Oleh karena itu pertanian dengan gagasan sekarang bisa meningkat lebih tinggi sehingga petani cukup antusias melanjutkan pertaniannya,” pungkas Heri.(nas)

Laman sebelumnya 1 2
Sponsored Content
Back to top button