Nasional

Antisipasi Perubahan Iklim, Kementan Lakukan Gerdal OPT Ramah Lingkungan

INDOPOSCO.ID – Dalam rangka pengamanan produksi tanaman pangan dari gangguan OPT dan DPI, Kementerian Pertanian melaksanakan kegiatan Gerakan Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (Gerdal OPT) dan Gerakan Penanganan Dampak Perubahan Iklim (Gernang DPI) di Desa Tanjungrasa Kecamatan Patokbeusi Kabupaten Subang, Selasa (25/1/2022).

Gerdal OPT dilaksanakan secara ramah lingkungan dengan menggunakan Agens Pengendali Hayati (APH) dan Gernang DPI dan dilakukan oleh petani, petugas popt dan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan dilaksanakan dengan normalisasi saluran irigasi dalam rangka antisipasi dan mitigasi banjir serta menggerakkan Brigade La Nina.

Rangkaian kegiatan yang akan dilaksanakan di wilayah provinsi Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Daerah Istimewa Yogyakarta sekaligus sebagai bentuk bimtek Propaktani.

Direktur Perlindungan Direktorat Jenderal Tanaman Pangan, Takdir Mulyadi mengatakan, antisipasi banjir melalui kegiatan perbaikan saluran.

“Di samping itu petani kita ajarkan bagaimana mengintrepetasi data-data yang ada sehingga dapat terlaksana dengan benar prpses pengamanan produksi,” kata dia.

Lebih lanjut Takdir mengungkapkan rasa senangnya dengan hadirnya para POPT, petani serta TNI dalam upaya menyiapkan kegiatan antisipasi OPT khususnya.

Baca Juga : Kementan Dongkrak Pengembangan Budidaya dan Hilirisasi Ubi Jalar

“Di sini yang berkembang adalah penggunaan Paenibacillus yaitu bahan yg dihasilkan laboratorium kita yang mana di Subang ini dan bisa mencover 100 ha,” terangnya.

“Di sini dilakukan budidaya tanaman sehat, penggunaan benih tahan penyakit Inpari 32, aplikasi pupuk hayati sebagai seed treatment, penggunaan pembenah tanah untuk menyehatkan tanah,” lanjut Takdir.

Di dalam konsep ini dengan meminimalkan penggunaan pupuk kimia kemudian perbanyak pupuk hayati dan organik.

“Kami yakin petani dibawah bimbingan POPT bisa memberdayaan supaya petani membuat sendiri bahan pupuk organi, pupuk hayati, pestisida biologi dan pestisida hayati. Dan ini sangat efektif sekali,” tambah Takdir.

Selanjutnya Takdir berharap partisipasi semua pihak, petani, dinas, TNI dengan sigap melaksanakan dengan baik.
“Terima kasih TNI yang ikut mendampingi kegiatan pengamanan potensi hasil dan semoga gerakan ini bisa masif dilaksanakan,” harapnya

Terpisah, Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian, Suwandi mengatakan, agar semua memahani bahwa masalah pupuk dan pestisida naik bukan hanya di Indonesia. Dibanding sebelum covid, saat ini naik dua kali lipat.

“Kita diajarkan menggunakan pupuk kimia sebagai alternatif terakhir, kondisi pupuk mahal harus bisa kita siasati, kita ada kesempatan segera beralih menggunakan pupuk hayati organik,” kata dia.

“Gunakan agen hayati bio pestisida pengelolaan PHT yang ramah lingkungan dan lebih efisien sehingga keberlanjutan lahan tetap terjaga sustainabilitasnya,” tambah Suwandi.

Suwandi mengarahkan bahwa setiap provinsi dan kabupaten melakukan mapping daerah rawan sehingga gerdal sesuai target mapping.

“Tolong daerah yang sering banjir serta kekeringan, dan wilayah endemis OPT menjadi perhatian khusus untuk ditangani terpadu dengan gerakan ini,” jelasnya.

1 2Laman berikutnya
Sponsored Content
Back to top button