Nasional

Saat Mensos Sapa Anak-anak yang Melawan Sakit di Rumah Singgah

Mensos menyatakan, masalah sosial yang dihadapi bangsa ini sangat kompleks. Negara tidak bisa bekerja sendiri mengatasi berbagai masalah.

“Negara perlu bersinergi dengan berbagai kekuatan di tengah-tempat mayarakat. Keterlibatan dan insiatif yang sudah dilakukan oleh YRPI ini perlu menjadi inspirasi bagi masyarakat luas,” katanya.

Kepada media, Mensos menyatakan, kehadirannya tidak lepas dari informasi yang dimuat media terkait salah satu anak penghuni rumah singgah, yakni Aulia Alfina Febriyanti (13). Warga Komplek Narimbang Baru, Kelurahan Cijoro Pasir, Kecamatan Rangkasbitung, Lebak, Banten, ini didiagnosis menderita gagal ginjal.

Saat berjumpa Aulia, Mensos berpesan agar siswi Kelas 2 MTsN 1 Rangkasbitung itu, untuk terus bersemangat. “Aulia harus terus bergembira ya. Jangan sedih, ya sayang,” katanya.

Aulia yang berdiri di samping Mensos, mengiyakan dan tampak tersenyum. “Siap bunda (Risma, red),” tandasnya.

Rumah singgah ini dikelola oleh YRPI. Organisasi nirlaba ini menyediakan rumah singgah gratis untuk pasien anak yang sakit dan keluarga pasien dari luar Jakarta. Mereka bisa tinggal sementara selama masa pengobatan di rumah sakit yang menjadi rujukan nasional di Jakarta, misalnya Rumah Sakit Cipto Mangunkusomo (RSCM), Rumah Sakit Pusat AD (RSPAD) Gatot Soebroto.

Fasilitas ini diberikan untuk meringankan beban keluarga pasien dalam biaya operasional selama tinggal untuk berobat di rumah sakit rujukan yang jauh dari tempat kota asal mereka.(dan)

Laman sebelumnya 1 2
Sponsored Content
Back to top button