Nasional

Ortu Korban Kekerasan Seksual Harus Berani Melapor

“Belajar dari kasus ini bahwa keberanian anak, keberanian orang tua, keberanian lingkungan masyarakat, menjadikan beberapa anak teridentifikasi dan terselamatkan,” katanya.

Ia menjelaskan dalam kasus ini, orang tua korban tidak berani melapor saat mengetahui anaknya menjadi korban kekerasan seksual namun dorongan dari lingkungan-lah yang mendorong untuk melakukan pelaporan.

“Anak pulang mudik Lebaran, lalu kemudian di rumah, orang tuanya melihat ada perubahan fisik kepada anak, lalu kemudian antara anak sama orang tua tidak yakin bahwa ini bisa dilaporkan, tetapi kemudian lingkungan, yakni kepala desa, lalu perangkat yang ada di lingkungan rumah menyakini bahwa ini harus dilaporkan,” katanya.

Berkat satu orang anak, orang tua dan dukungan kepala desa yang berani melaporkan kasus tersebut maka kemudian terungkap ada 13 korban dan tujuh anak yang menjadi saksi dari kejadian ini.

Menurutnya orang tua harus diberikan pemahaman bahwa dengan melaporkan tindak kekerasan seksual yang dialami oleh anaknya maka akan ada bantuan dari berbagai pihak untuk memastikan anak tersebut dipenuhi hak-haknya.

Kalau tidak lapor, katanya, hal ini bisa mengakibatkan hal-hal buruk lainnya sehingga keberanian ini yang harus sama-sama didorong sehingga siapapun yang melihat, mendengar bahkan mengalami sendiri untuk berani melapor.

“Sehingga ada langkah-langkah berikutnya yang bisa diberikan kepada anak korban, keluarga korban dan kita berharap bahwa kepentingan terbaik bagi anak di bidang pendidikan, kesehatan dan pemenuhan hak lainnya bisa dipenuhi,” demikian Nahar. (bro)

Laman sebelumnya 1 2
Sponsored Content
Back to top button