Nasional

Bea Cukai Lampaui Target Penerimaan Senilai Rp269 Triliun

Meskipun berikan layanan pembebasan pada tahun 2021, Bea Cukai berhasil melampaui target penerimaan bea masuk sebesar 117,22 persen. Penerimaan bea masuk pun mengalami pertumbuhan sebesar 19,83 persen (yoy). Sedangkan realisasi penerimaan senilai Rp38,87 triliun atau mencapai kenaikan senilai Rp6,4 triliun.

Persentase pertumbuhan penerimaan cukai paling rendah dibandingkan sektor kepabeanan yakni sebesar 10,91 persen (yoy). Namun tetap sebagai penyumbang penerimaan Bea Cukai paling tinggi dengan realisasi senilai Rp195,5 triliun. Penerimaan di bidang cukai masih didominasi cukai HT senilai Rp188,8 triliun, dilanjutkan EA Rp0,11 triliun, MMEA Rp6,5 triliun, denda administrasi cukai Rp0,07 triliun, cukai lainnya Rp0,02 triliun, dan plastik paling rendah yakni 0 rupiah.

Komoditas ekspor menjadi salah satu penopang perekonomian negara yang utama, tak heran penerimaan bea keluar mengalami pertumbuhan paling signifikan yakni sebesar 706,94 persen (yoy) dan realisasi penerimaan senilai Rp34,52 triliun. Bea keluar mencapai target penerimaan paling tinggi yakni sebesar 1930,67 persen. Capaian ini tak terlepas dari peran Bea Cukai dalam memberi bantuan pada pelaku usaha melalui layanan klinik ekspor dan berbagai fasilitas ekspor.

Direktur Komunikasi dan Bimbingan Pengguna Jasa, Nirwala Dwi Heryanto mengatakan bahwa sepanjang 2021 perekonomian Indonesia mengalami pertumbuhan. Indonesia juga dianggap tangguh oleh menteri-menteri yang tergabung dalam G20 (Group of Twenty) dalam mengatasi pandemi dan krisis ekonomi. Namun masih ada tantangan yang harus diperbaiki, misalnya dari sisi penyelarasan proses bisnis dan sistem IT. Selain itu dari dalam perlu adanya penguatan dan pengembangan SDM.

“Dalam menghadapi tantangan ke depan kita perlu menyiapkan pondasi yang kuat dalam berbagai aspek. Pertama, menguatkan reformasi sehingga Bea Cukai menjadi institusi yang senantiasa terpercaya. Kedua, mengoptimalkan peran Bea Cukai sehingga memberi kontribusi signifikan pada APBN. Ketiga, menjalin hubungan baik sehingga sinergi antarinstasi dapat mewujudkan Indonesia yang makin baik,” jelas Nirwala. “Mudah-mudahan ekonomi kita terus tumbuh positif dan penerimaan dapat melampaui target yang ditetapkan APBN,” pungkasnya. (ipo)

Laman sebelumnya 1 2
Sponsored Content
Back to top button