Nasional

Ini Kronologi Operasi Tangkap Tangan Wali Kota Bekasi

Secara paralel tim juga melakukan penangkapan terhadap beberapa pihak swasta antara lain NV (Novel) selaku makelar tanah di wilayah Cikunir, AA (Ali Amril) selaku swasta /Direktur PT. ME (MAM Energindo) di daerah Pancoran, Jakarta  serta SY (Suryadi) selaku Direktur PT. KBR (Kota Bintang Rayatri) dan PT. HS (Hanaveri Sentosa) di daerah sekitar Senayan Jakarta.

Selanjutnya seluruh pihak yang diamankan dibawa ke Gedung Merah Putih KPK untuk dilakukan pemeriksaan. Malamnya sekitar pukul 19.00 WIB  tim KPK juga bergerak mengamankan MS (Makhfud Saifudin) selaku  Camat Rawalumbu dan JL (Jumhana Lutfi) selaku Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertahanan Kota Bekasi, masing-masing di rumah pribadinya di Bekasi.

Pada Kamis (6/1/2022) tim KPK juga kembali mengamankan dua orang yaitu WY (Wahyudin) selaku Camat Jatisampurna dan LBM alias Anen (Lai Bui Min) dari pihak swasta beserta bukti uang ratusan juta dalam pecahan rupiah.

“Seluruh bukti uang yang diamankan dalam kegiatan tangkap ini sekitar Rp 3 miliar  dan buku rekening bank dengan jumlah uang sekitar Rp2 miliar,” ujar Firli.

Untuk diketahui KPK telah menetapkan sembilan tersangka hasil OTT di Kota Bekasi. Kesembilan tersangka itu adalah sebagai pemberi: Ali Amril (AA) selaku swasta / Direktur PT. ME (MAM Energindo);  Lai Bui Min alias Anen (LBM)  selaku swasta; Suryadi (SY) selaku Direktur PT. KBR (Kota Bintang Rayatri) dan PT. HS (Hanaveri Sentosa); dan Makhfud Saifudin (MS) selaku  Camat Rawalumbu.

Selanjutnya sebagai penerima yakni Rahmat Effendi (RE) selaku Wali Kota Bekasi;  M. Bunyamin (MB) selaku Sekretaris Dinas Penanaman Modal dan PTSP;  Mulyadi alias Bayong (MY) selaku  Lurah Kati Sari;  Wahyudin (WY) selaku Camat Jatisampurna; dan Jumhana Lutfi (JL) selaku Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertahanan Kota Bekasi. (dam)

 

Laman sebelumnya 1 2
Sponsored Content
Back to top button