Nasional

Brantas Abipraya Tingkatkan Tata Kelola Arsip Berbasis IT

Sedangkan untuk tahap berikutnya, luas bangunan akan diperluas 497 meter persegi, total menjadi 872 meter persegi. Kapasitas ruang penyimpananpun bertambah 3.000 box dengan total kapasitas menjadi 7.000 box. Tak hanya itu, pada pembangunan tahap dua Gedung Arsip ini juga dilengkapi plaza atau lobby, ruang tunggu, ruang perpustakaan, paviliun room dan musholla.

Pada kesempatan dan lokasi yang sama, setelah meresmikan gedung arsip, Brantas Abipraya juga meresmikan musholla yang berjarak kurang lebih 200 meter dari gedung arsip. Dinamakan Musholla Baitul Muhajirin, diharapkan selain menjadi tempat beribadah, tempat berdoa bagi Insan Abipraya yang beraktivitas di sini untuk mendapatkan keselamatan, menjadi tempat yang nyaman untuk meningkatkan keimananan dan keikhlasan dalam dalam mengabdi kepada Allah.

Selesai meresmikan Mushola, Direksi dan Komisaris beserta manajemen Brantas Abipraya menyambangi Pabrik Beton Pracetak Brantas Abipraya yang tak jauh dari letak musholla. Di sini Sugeng melakukan seremoni pengecoran pertama beton pracetak, dan bersama jajaran Brantas Abipraya melihat, mengamati bagaimana proses pembuatan precast, dengan menyusuri tahap demi tahap pembuatannya.

“Terima kasih untuk 2021, walau banyak liku namun syukur alhamdulillah kita semua dapat melaluinya dengan memberikan karya terbaik dan prestasi untuk Indonesia. Membuka lembaran 2022, Brantas Abipraya akan bekerja lebih keras dan lebih baik lagi, mengembangkan kompetensi untuk meningkatkan daya saing demi menyuguhkan karya konstruksi terbaik untuk Indonesia,” tutup Sugeng.(srv)

Laman sebelumnya 1 2
Sponsored Content
Back to top button