Nasional

Mengisi Pergantian Tahun dengan Munajat Kubro dan Shalawat

Kegiatan dzikir Manaqib Tuanku Syaikh Abdul Qodir Al-Jailani RA juga digelar di makam keramat Raden Santri Wijaya Kusuma, Kampung Bojong Lebak, RW 08, Desa Bojong, Kecamatan Kemang dengan melibatkan Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Desa Bojong.

Pada Kamis (30/12/2021) malam, dilangsungkan tahlil dan tawassul, di sekretariat Yayasan At- Tawassuth, Kampung Sawah, RW 06, Desa Bojong bersama 50 orang siswa diniyah. Lalu, puncaknya digelar munajat kubro pembacaan shalawat Fatih, shalawat Jibril dan” Dalailul Khairat” bersama 70 orang kaum ibu mulai Jumat (31/12/2021) petang.

“Keseluruhan rangkaian munajat digelar dengan tujuan utama sebagai doa untuk keselamatan bangsa. Doa untuk kesembuhan Indonesia dan dunia dari Covid-19 dan keselamatan dari berbagai bencana,” kata salah satu pendiri Keluarga Mahasiwa Nahdlatul Ulama Institut Pertanian Bogor (KMNU IPB) University itu.

Tak hanya doa, kegiatan juga diisi pembagian nasi kotak kepada dhuafa. Hingga akhir 2021, program yang digagas Yayasan At-Tawassuth sejak awal Februari 2020 itu sudah terlaksana dalam 98 pekan.

Program itu membagikan lebih dari 7.616 nasi kotak, paket sembako, perangkat shalat maupun santunan pada mustahik di berbagai desa. “Semoga kegiatan Jumat Berkah ini membawa berkah untuk semua pihak dan pada 2022 lebih berkualitas lagi,” kata Ahmad Fahir.

Peran Komunitas

Wakil Menteri Agama (Wamenag) Zainut Tauhid Saadi dalam taklimat yang disampaikan menyatakan pandemi Covid-19 memberikan dampak bagi kehidupan umat, tidak hanya pada aspek kesehatan, tapi juga ekonomi, pendidikan dan lainnya.

Ia menyebut pandemi bahkan bisa berdampak pada meningkatnya jumlah kemiskinan, di mana penduduk yang bergantung dengan penghasilan harian dan tidak punya tabungan sehingga harus diselamatkan jurang kemiskinan dan frustrasi sosial.

Karena itu, peran Zakat, Infak, Sedekah dan Wakaf (ZISWAF) yang dikelola secara terlembaga oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), Lembaga Amil Zakat (LAZ) dan Badan Wakaf Indonesia (BWI) di samping membantu darurat medis, diharapkan secara maksimal membantu rakyat kecil agar bisa memenuhi kebutuhan dasar dan menjaga daya beli yang tertekan akibat pandemi Covid-19.

Wamenag menyatakan program stimulus ekonomi serta Jaring Pengaman Sosial (JPS) yang disiapkan pemerintah, memerlukan dukungan dan partisipasi dari berbagai pihak, termasuk Baznas, LAZ dan BWI.

Kemenag telah menerbitkan Surat Edaran Menteri Agama Nomor 8 Tahun 2020 tentang Percepatan Pembayaran serta Pendistribusian Zakat Sebagai Jaring Pengaman Sosial Dalam Kondisi Darurat Kesehatan Covid-19.

Dibutuhkannya peran di luar LAZ yang terlembaga– untuk membantu dan berbagi kepada sesama– secara riil sebenarnya sudah, sedang dan terus dilakukan pada tingkat akar rumput komunitas.

Meski berkiprah dalam kesunyian, peran itu, salah satunya sudah diejawantahkan di pelosok Kampung Sawah, Desa Bojong itu, yang mengisi ruang-ruang yang belum disentuh. (mg3)

Laman sebelumnya 1 2
Sponsored Content
Back to top button