Nasional

YLKI Minta Premium Tidak Dihapus di Wilayah 3T

Menjamurnya Pertamini menjual BBM non premium, menurut dia, banyak masyarakat yang beralih membeli di sana. Padahal harga jualnya jauh di atas harga jual Pertamina.

“Masyarakat khususnya di Pulau Jawa sudah terbiasa dengan harga mahal. Pembelian BBM di Pertamini harganya bisa Rp 2 ribu lebih mahal dengan harga di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) Pertamina,” ungkapnya.

Ia menambahkan, sebaiknya penggunaan BBM jenis premium tetap bisa digunakan masyarakat khususnya di wilayah 3T (Tertinggal, Terluar dan Terdepan). Sementara penghapusan bisa secara bertahap dilakukan di kota-kota di Pulau Jawa.

“Di luar wilayah 3T masih bisa menggunakan BBM jenis pertalite,” katanya.

Ia menegaskan, pemerintah dan Pertamina harus menyederhanakan jenis-jenis BBM. Sebab di Indonesia jenis BBM masih banyak. Kemudian, terkait harga, menurut dia, Pertamina dan pemerintah juga harus menerapkan harga yang akuntabel dan transparan.

“Ini agar harga BBM jenis pertalite bisa dirasakan masyarakat dengan harga premium dan lebih terjangkau,” ujarnya.
(nas)

Laman sebelumnya 1 2
Sponsored Content
Back to top button