Nasional

Bea Cukai Musnahkan Barang Sitaan Senilai Rp8,3 Miliar

“Untuk menekan peredaran barang kena cukai (BKC) ilegal, berbagai upaya telah dilakukan Bea Cukai, baik melalui pendekatan preventif dengan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat dalam bentuk penyuluhan maupun iklan layanan masyarakat maupun melalui tindakan represif dengan operasi pemberantasan BKC ilegal,” ungkap Padmoyo.

Baca Juga : Jelang Tutup Tahun, Capaian Penerimaan Tiga Kantor Bea Cukai ini Meroket

Kegiatan pemusnahan turut digelar Bea Cukai Tanjung Emas yang telah melaksanakan kegiatan penyerahan BMN eks kepabeanan dan cukai kepada Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Tengah dengan disaksikan oleh KPKNL Semarang dan Perwakilan Terminal Peti Kemas Semarang, Kamis (9/12). Adapun BMN tersebut berupa cicak yang sudah dikeringkan dengan jumlah sebanyak 92 karton.

“Barang tersebut kami tegah karna pemilik barang tidak mampu menunjukan kelengkapan surat yang diterbitkan oleh BKSDA Jawa Tengah. Selanjutnya kami menyerahkan barang ini kepada rekan-rekan BKSDA, untuk selanjutnya dapat dilakukan pemusnahan sesuai ketentuan dari KPKNL Semarang,” jelas Kepala Kantor Bea Cukai Tanjung Emas, Anton Martin.

Selain itu, Bea Cukai Tanjung Emas bersama Balai Karantina Pertanian Kelas I Semarang juga memusnahkan Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK) dan Hama Penyakit Hewan Karantina (HPHK) serta beberapa sampel uji laboratorium dan sertifikat rusak/batal terkait karantina Hewan dan Tumbuhan dengan cara dibakar, Selasa (14/12).

“Sebagai community protector, Bea Cukai bersama seluruh stakeholder di Pelabuhan Tanjung Emas salah satunya bersama Balai Karantina Pertanian Semarang akan selalu bersinergi untuk memastikan bahwa barang yang masuk ke Indonesia dalam keadaan aman dan sesuai prosedur yang berlaku,” terang Anton. (ipo)

Laman sebelumnya 1 2
Sponsored Content
Back to top button