Nasional

Kementan: Pertanian Terpadu Tingkatkan Pendapatan Petani

“Sebetulnya, arahnya adalah zero wise. Misalkan dari kandang, ada pupuk kandang, dari lahan ada biomas, di situ ada kompos. Dari situ dikembalikan ke rumahnya agar produktivitasnya meningkat,” ujar Dedi.

Nantinya, lanjut dia, jagung bisa dibuat untuk pakan, sehingga dapat digunakan untuk menopang satu sama lain. Sistemnya berputar tidak ada yang terbuang, makanya diarahkan zero wise. Keuntungan petani akan lebih maksimal.

“Ini yang kita akan bangun di Priangan Selatan, Pangandaran, Banjar dan Ciamis,” katanya.

Dedi berharap tahun ini sudah dapat diimplementasikan di masing-masing kabupaten. “Programnya 20 hektare saja dulu, kalau berjalan sesuai target, produktivitas mungkin bisa di atas 6 ton, bahkan 7 ton per hektare. Harga jagung sekarang kan bagus, Rp6.000 hingga Rp7.000 per kilogram. Itu dari jagung, belum dari komposnya,” tandasnya.

Menurut Dedi, pupuk kompos yang dihasilkan dapat meningkatkan produktivitas musim tanam berikutnya, yang terus berputar hingga nanti skala ekonominya meningkat.

“Kalau sudah meningkat, nanti di sini harus ada industri yang mengelola produknya,” katanya. (ibs)

Laman sebelumnya 1 2
Sponsored Content
Back to top button