Nasional

Kasus Korupsi di Bintan, KPK Dalami Fee Kuota Rokok dan Minuman Beralkohol

INDOPOSCO.ID – Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendalami persentase fee dari penjatahan kuota rokok dan minuman beralkohol di Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau tahun 2016-2018.

Perkara dugaan tindak pidana korupsi (TPK) terkait pengaturan barang kena cukai dalam pengelolaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Bintan Wilayah Kabupaten Bintan ini, sudah ditetapkan terangka oleh KPK yakni mantan Bupati Bintan, Apri Sujadi (AS) dan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Bintan Wilayah Kabupaten Bintan, Mohd Saleh H Umar

“Rabu (1/12/2021) bertempat di Gedung Merah Putih KPK, tim penyidik telah memeriksa saksi untuk tersangka Apri Sujadi (AS) dan kawan-kawan,” ujar Pelaksana Tugas (Plt) Juru Bicara KPK, Ali Fikri, Kamis (2/12/2021).

Ali menyebutkan ada dua saksi yang telah diperiksa yaitu Muhammad Yatir (Anggota DPRD Kabupaten Bintan Periode 2019-2024) dan Yhordanus (Direktur PT. Yofa Niaga Pastya).

“Kedua saksi hadir dan tim penyidik mendalami pengetahuannya terkait dengan penjatahan kuota rokok dan minuman beralkohol yang dilebihkan hanya untuk perusahaan-perusahaan tertentu disertai adanya nilai persentase fee yang beragam sesuai dengan jatah kuota dimaksud,” ujar Ali.

Untuk diketahui, mantan Bupati Bintan, Apri Sujadi dan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Bintan Wilayah Kabupaten Bintan, Mohd Saleh H Umar, ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK, Kamis (12/8/2021).

1 2Laman berikutnya
Sponsored Content
Back to top button