Nasional

Menparekraf Dukung Pengembangan Ekraf di Detusoko Barat 

Selain areal persawahan, ada pula kolam air panas Ae Oka Detusoko. Kolam ini adalah pemandian air panas yang berada 1 km dari terminal Detusoko. Air panas ini mengandung belerang dan dipercaya dapat menyembuhkan berbagai penyakit kulit.

Desa Detusoko Barat juga memiliki ragam seni dan kebudayaan khas. Di antaranya Tari Mega, tarian penyambutan. Lalu, Tari Sanggualu yang merupakan tarian turun-temurun oleh para leluhur. Tarian ini dilakukan oleh para muda-mudi dengan menggabungkan permainan tradisional dari batang bambu. Desa Detusoko Barat memiliki sanggar yang bernama Sanggar Dau Dole Pokdariwis Nira Neni, sebagai wadah untuk melestarikan tarian tradisional, musik dan lagu lokal Lio Ende.

Yang menarik dari Desa Detusoko Barat yakni ritual adat yang dilakukan oleh Suku Lio Ende dalam satu tahun sekali. Ritual ini disebut Nggua Uwi, untuk menunjukkan rasa syukur atas kehidupan, panen, serta keselamatan yang diperoleh.

Salah satu hasil panen yang menjadi komoditas utama adalah kemiri. Kemiri tumbuh subur di Desa Detusoko Barat. Selain dimanfaatkan untuk minyak kemiri, buah kemiri juga dimanfaatkan oleh anak-anak desa sebagai alat utama permainan mereka (pengganti kelereng).

Ada pula produk kuliner lokal yang telah dikemas dan bisa menjadi oleh-oleh khas Detusoko Barat. Di antaranya, Kopi Detusoko, olahan sambal, Beras Merah, Beras Hitam, Selai Kacang, Aneka Minuman Herbal, dan Mangga Kering. Sementara untuk produk kriya ada gelang, cincin, anting, parfum yang terbuat dari kopi, serta lampu hias.

Dalam kesempatan itu, Wakil Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Budi Arie Setiadi, mengatakan ajang Anugerah Desa Wisata adalah bagian dari upaya bersama untuk mendukung perkembangan desa-desa kreatif di Indonesia.

“Saya berharap Desa Detusoko ini dapat dibangun dan didorong oleh anak-anak muda. Dan yang pasti dalam membangun desa diperlukan kerja sama oleh seluruh pihak. Semoga Desa Detusoko Barat bisa menjadi inspirasi, bisa berkembang dari tahun ke tahun, dan bisa menjadi ikon kemajuan desa-desa di Indonesia,” ujarnya. (ney)

Laman sebelumnya 1 2
Sponsored Content
Back to top button