Nasional

Dari Bank Sampah Kumala, Mengangkat Ekonomi Pemulung

Dalam seminggu, mobil operasional Bank Sampah Kumala menjemput tabungan sampah dari para nasabahnya di Kali Baru, Tanah Merah, Rawa Badak, Swasembada, dan Kebon Bawang.

“Mobil operasional Bank Sampah Kumala sangat aktif. Kadang dalam seminggu, satu area bisa sampai tiga kali penjemputan tabungan sampah karena selama pandemi, orang-orang semakin rajin menabung sampah,” tutur Subur.

Diakui Subur, dukungan Dindin Komarudin selaku Direktur Eksekutif Yayasan Kumala menjadi faktor semangat para PM dalam menghasilkan karya kreatif dari pilah-pilah sampah dan menerapkan kerutinan menabung.

“Abah (Dindin) sangat mendukung dan kerap memuji karya yang dibuat oleh anak-anak. Masyarakat juga ikut terbantu dengan adanya Bank Sampah Kumala,” tutur Subur.

Harapannya, Bank Sampah Kumala akan semakin berkembang luas dan nasib para pemulung diperhatikan oleh pemerintah.

“Pemulung memiliki suatu yang fantastis dalam diri mereka. Oleh karena itu, saya ingin pemerintah peduli dengan nasib mereka,” tutur Subur, Jumat (26/11/2021).

Bank Sampah Kumala ditetapkan sebagai Sentra Kreasi ATENSI (SKA) oleh Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini beberapa waktu lalu. Tujuannya untuk mendorong pemberdayaan pemulung melalui penguatan kewirausahaan.

Sebanyak 34 orang pemulung dari Kalibaru Jakarta Utara diberikan pelayanan dasar dan pembinaan, peningkatan kapasitas pengelolaan sampah dan siklus ulang, serta praktek produksi dan usaha, sekaligus pelatihan TOT dan Praktek “ReShare”

Dalam bentuk Replikasi Program kepada kelompok kecil lainnya. SKA Yayasan Kumala bekerja sama dengan Pertamina melalui Pertamina Hulu Energi (PHE). (dan)

Laman sebelumnya 1 2
Sponsored Content
Back to top button