Nasional

Menparekraf: Desa Wisata di Tana Toraja Dapat Jadi Daya Ungkit Ekonomi

Di halaman depan Tongkonan, wisatawan akan disuguhkan kerajinan tenun dan manik- manik yang dikerjakan para wanita. Wisatawan akan lumrah melihat hal ini karena Desa Wisata Kole Sawangan memang merupakan salah satu sentra kerajinan dan ekonomi kreatif.

Selain kain tenun dan manik- manik, masyarakat di dalamnya juga mengembangkan kerajinan anyaman bambu seperti keranjang, nampan, tas, serta alat rumah tangga lainnya.

Tidak hanya itu, di Desa Wisata Kole Sawangan juga terdapat kuburan batu Saluliang. Ini dianggap merupakan salah satu kuburan batu tertua di Toraja, yakni sejak tahun 1215 dan masih digunakan sampai saat ini.

Wisatawan yang datang ke desa wisata ini juga dapat melihat berbagai seni seperti tarian Pagellu, yakni tarian sukacita yang biasa dipentaskan pada upacara adat di Toraja, Sulawesi Selatan yang sifatnya riang gembira.

Serta terdapat produk Kopi Pokko yang merupakan produk kopi kemasan jenis arabika yang ditanam langsung di kebun- kebun kopi rumah warga dan di- roasting dengan alat tradisional sehingga memiliki cita rasa yang khas.

Dengan berbagai potensi itu, lanjutnya, Desa Wisata Kole Sawangan sangat layak untuk menjadi destinasi unggulan.

“Oleh karena itu kami akan menggagas bersama dengan para pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif, tahun depan satu event internasional yang menandakan perjalanan kembali Toraja sebagai destinasi unggulan kedua setelah Bali,” kata Sandiaga seperti dikutip Antara, Senin (22/11/2021).

Selain itu, ia mengatakan bahwa ADWI bertujuan menggerakkan ekonomi secara berkeadilan di desa- desa yang sangat membutuhkan sentuhan.” Oleh karena itu ADWI ini memiliki tema Indonesia Bangkit,” kata Sandiaga.(mg1)

Laman sebelumnya 1 2
Sponsored Content
Back to top button