Nasional

Teten Dorong KSU-GT Al Barokah Scalling-Up Kelola 1.000 Ha Lahan Beras Organik

Kapasitas produksi tercatat sebesar 2.800 ton GKP dan 73,3 ton kacang. “Kami merupakan Digital Organic Farming pertama di Indonesia,” ucap Taufiqurrohman.

Baca Juga: MenKopUKM Dorong Ekspor Kelapa Melalui Koperasi

Yang jelas, varietas padi organik menjadi salah satu komoditi andalan petani di Desa Ketapang. Padi organik dinilai lebih menguntungkan karena harga jual lebih tinggi dan cenderung stabil. Padi yang dibudidayakan jenis padi lokal. Diantaranya, padi hitam, merah, putih, mentik susu, ketan hitam, cisokan, pandan wangi, dan lain-lain.

Sementara itu, Dirut Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) KUMKM Supomo menegaskan bahwa pihaknya akan memperkuat kelembagaan koperasinya dalam bentuk modal kerja atau usaha.

“Modal kerja koperasi didukung LPDB-KUMKM. Sehingga, koperasi memiliki kemampuan untuk membeli produk panen dari petani, selanjutnya petani mampu membayar cicilan KUR kepada Bank BNI,” kata Supomo.

Supomo juga menekankan bahwa dalam hitungan bisnis tersebut, koperasi harus mendapat marjin keuntungan. “Harus benar-benar dihitung, berapa harga beli dari petani, termasuk biaya mesin-mesin produksi, berapa harga jual, koperasi harus ada marjin untung,” ulas Supomo.

Lebih dari itu, Supomo menyarankan agar petani yang mendapat dukungan dari koperasi harus yang memiliki lahan. “Agar semuanya jelas, termasuk pertanggungjawabannya,” pungkas Supomo. (aro)

Laman sebelumnya 1 2
Sponsored Content
Back to top button