Nasional

RI-Saudi Perkuat Kerja Sama Sektor Logistik

Kuasa Usaha Ad Interim (KUAI) KBRI Riyadh Arief Hidayat mengatakan, Arab Saudi telah mencanangkan Saudi Vision 2030 yang salah satu pilarnya adalah modernisasi pasar lokal. Selain itu, Arief mengatakan, produk- produk Indonesia yang diekspor ke Arab Saudi dan sebaliknya masih harus transit di pelabuhan negara lain.

“Untuk itu, saat ini menjadi momen yang tepat bagi kedua negara untuk mendiskusikan jalur logistik agar dapat mendorong lebih banyak produk Indonesia masuk ke pasar Arab Saudi,” kata Arief.

Plt Asisten Deputi Pengembangan Logistik Nasional, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Tatang Yuliono menyampaikan, webinar ini membantu Indonesia dan Arab Saudi dalam melakukan berbagai upaya peningkatan kapasitas logistik bersama-sama.

Di satu sisi, Pemerintah Indonesia berupaya mendorong sistem logistik nasional untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan daya saing nasional. Di sisi lain, perdagangan elektronik menjadi tantangan sekaligus peluang bagi sektor logistik.

Sementara itu, General Manager SBT Logistex Dudi Hermanto menyampaikan, peningkatan kapasitas sektor logistik agar menjadi pilar ekonomi nasional dan kunci penggerak pertumbuhan ekonomi Arab Saudi merupakan salah satu poin dalam Saudi Vision 2030.

Visi logistik Arab Saudi ini serupa dengan upaya Indonesia meningkatkan kapasitas logistik melalui sistem logistik nasional.“ Pemerintah Arab Saudi mencanangkan Saudi Global Logistic Hub yang dibangun di atas tiga pilar, yaitu infrastruktur, proses dan prosedur logistik, serta reformasi di berbagai sektor,” kata Dudi.

Wakil Ketua Umum Bidang Hubungan Antar Institusi Internasional Asosiasi Logistik Indonesia Aditya Sari melihat, untuk memasuki pasar Arab Saudi, Indonesia perlu mempersiapkan logistik halal. Saat ini kesadaran akan gaya hidup halal semakin berkembang di masyarakat.

Semakin berkembangnya gaya hidup halal, bersama dengan pandemi Covid-19 dan kelangkaan kontainer, telah memicu perubahan di lanskap bisnis.

Perubahan- perubahan tersebut meliputi perkembangan niaga elektronik, kemunculan rantai pasok digital, pemenuhan pasokan dari sumber lokal, peningkatan kebutuhan kapasitas penyimpanan, tuntutan akan adanya proses- proses bisnis dan logistik yang nirkontak, adopsi teknologi keuangan (fintech), dan peningkatan kesadaran gaya hidup sehat maupun halal. (mg3)

Laman sebelumnya 1 2
Sponsored Content
Back to top button