Nasional

Pesantren Benteng Pertahanan Bangsa Indonesia

“Mereka adalah kader-kader bangsa produk asli pesantren. Karena, sebelum praktek politik etis oleh Belanda, bangsa Indonesia hanya mengenal pesantren sebagai lembaga pendidikan,” kata pengasuh ponpes Raudlatut Thalibin Rembang.

Tutur Gus Yahya, karena bebas, sejumlah pesantren melalui para Ajengan Ageng, lahirlah kesultanan-kesultanan di Nusantara. Kerajaan- kerajaan Islam itu bekerja sama dengan pesantren. Banyak pangeran yang dikirim raja untuk menimba ilmu dari para ulama di pesantren.

Perihal itu disampaikan Gus Yahya saat memberikan kuliah umum secara hybrid di Universitas Pertahanan (Unhan), Bogor, Jawa Barat. Kuliah umum itu diiringi oleh semua civitas akademika, mahasiswa S1, S2 dan S3 serta segenap staf pengajar.

Saat kuliah umum itu, Gus Yahya berdialog dengan tema, kontribusi perjuangan pahlawan santri ditinjau dari perspektif sosio-cultural dan kontekstualisasi semangat persatuan dan rela berkorban di era digital.(mg4)

Laman sebelumnya 1 2
Sponsored Content
Back to top button