Nasional

Museum Hasyim Asy’ari Narasikan Islam Masuk dengan Kearifan Lokal

Ia juga berterima kasih kepada berbagai pihak yang ikut serta membangun Museum Islam Indonesia K.H. Hasyim Asy’ari tersebut. Ia berharap, nantinya koleksi di museum bisa semakin bertambah, sehingga referensi tentang Islam Nusantara semakin banyak.

“Mudah-mudahan ini berkembang dan saya yakin dengan bantuan banyak pihak koleksinya terus bertambah. Masih banyak sekali catatan KH Hasyim Asy’ari yang belum dikeluarkan ke publik,” ujar dia.

Museum Islam Indonesia KH Hasyim Asy’ari itu dibuka kembali, bertepatan dengan Hari Pahlawan, 10 November, setelah sebelumnya ditutup karena pandemi COVID-19.

Pembukaan kembali museum yang terletak di kompleks Pondok Pesantren Tebuireng, Kabupaten Jombang ini merupakan rangkaian dari kegiatan 76 Tahun Resolusi Jihad: Dari Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari.

Museum Islam Indonesia K.H Hasyim Asy’ari ini mulai dibangun pada tahun 2014 oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi atas usulan dari K.H. Shalahuddin Wahid, tokoh dan pengelola Pesantren Tebuireng, Jombang.

Museum ini merupakan media untuk penguatan pendidikan karakter melalui berbagai informasi dan koleksi yang disajikan tentang kiprah perjuangan tokoh-tokoh dan karakteristik Islam di Indonesia yang menjunjung tinggi nilai toleransi, gotong-royong, pantang menyerah, menghormati kebhinekaan dan inklusif, sehingga dapat menjadi rahmat bagi seluruh masyarakat Indonesia.

Museum ini diresmikan Presiden Joko Widodo pada 18 Desember 2018. Saat awal pandemi, sempat ditutup dan baru dibuka kembali saat ini.(arm)

Laman sebelumnya 1 2
Sponsored Content
Back to top button