Nasional

Gus Najmi, Ditunjuk Jadi Sekwil PPP DKI saat Makan Sate Klatak di Yogyakarta

Ia menceritakan, pada saat itu posisinya sedang di Yogyakarta dan lagi makan sate klatak. Dalam sambungan telepon, ayahnya menanyakan hubungan antara dirinya dengan Haji Lulung. Mengingat, Najmi merupakan salah satu tokoh pemuda di Jakarta.

“Saya posisinya di Jogja saat itu sedang makan sate klatak, tiba-tiba ditelpon sama ayah (Zainut). Kamu ada urusan apa sama Tanah Abang (Haji Lulung),” ucapnya menirukan perkataan ayahnya.

Ia menerangkan, dipilihnya menjadi Sekwil PPP DKI bukan atas permintaan dari ayahnya. Hal itu murni atas kepercayaan Ketua DPW PPP DKI terhadap kapasitasnya dalam politik.

“Untuk di DKI, justru ayah yang terkejut saya jadi,” terangnya.

Menurutnya, desas desus disiapkannya jabatan Sekwil oleh ayahnya merupakan hal yang tidak benar.

“Ini tuduhan yang ngaco. Saya sudah terbiasa dengan tuduhan ini,” ujarnya.

Di sisi lain, Najmi menyebutkan dirinya memang memiliki roh dan jiwa semangat PPP. Sebab sejak lahir pada 1997, ayahnya baru pertama kali terpilih menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

“Untuk ber-PPP tidak perlu saya dipakai baju PPP. Orang udah tahu saya PPP, nama saya sendiri Najmi itu artinya bintang. 1997 saya lahir itu (simbol) logo PPP dari Ka’bah ke bintang. Ayah pertama kali jadi anggota dewan, saya lahir. Jadi ini ada pesan tersirat Najmi lahir dari PPP, selain harapannya menjadi sinar bagi masyarakat, bagi Bangsa,” tutupnya. (son)

Laman sebelumnya 1 2
Sponsored Content
Back to top button