Nasional

Dunia Internasional Ingin Indonesia Jadi Negara Kuat

Mantan anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) itu menarangkan dari pendekatan sejarah tatanan dunia saat ini belum bisa disebut stabil apalagi kokoh. Luapan secara sporadis dengan mudah terjadi di sejumlah negara dengan faktor yang sulit dipaparkan.

Tatanan dunia baru, tutur Gus Yahya, dibangun di atas puing- puing kolonialisme dan kolonialisme yang selama kurang lebih 1.300 tahun. Lalu diadopsi oleh banyak bangsa di dunia. Bila dibandingkan era-era penjajahan itu, maka usia tatanan dunia baru ini amatlah belia.

Gus Yahya menarangkan ratusan tahun silam, dunia dipahami oleh imperium- imperium besar. Mereka saling melebarkan untuk memahami kawasan tertentu. Satu bangsa menjajah bangsa lainnya.

Imperium Romawi, Persia, Byzantium, Ottoman, dan Tsar adalah contoh dari praktik kemampuan satu bangsa atas banyak bangsa lain di dunia. Situasi itu berjalan berabad- abad lamanya.

Hingga akhirnya, tutur ia, sejumlah bangsa mulai muak dengan penjajahan dalam segala wujudnya.
“Mereka mulai berani berteriak, melawan ketidakadilan dan ketidaksetaraan. Perlawanan itu perlahan tapi pasti muncul di sejumlah negara jajahan. Termasuk bangsa Indonesia,” ujar kandidat Ketua Umum PBNU itu.(mg4)

Laman sebelumnya 1 2
Sponsored Content
Back to top button