Nasional

MenKopUKM: UMKM Wastra Bangkit Lewat Jogja Membatik Dunia

Berdasarkan data, ekspor batik Indonesia pada 2020 mencapai US$532,7 juta atau Rp7,5 triliun. Industri batik telah memberdayakan 200 ribu tenaga kerja dari 47 ribu unit usaha yang tersebar di 101 sentra wilayah Indonesia.

MenKopUKM pun menekankan pentingnya inovasi karena para kompetitor internasional terus menjadi tantangan.

“Harapan kami, UMKM pengrajin batik dapat membentuk kelembagaan koperasi. Koperasi jadi offtaker, kami dan LPDB-KUMKM siap dukung pembiayaan,” ungkap Teten.

Tak hanya itu, KemenKopUKM juga siap memfasilitasi kemitraan dengan usaha besar ataupun stakeholder lainnya.

“Manfaatkan Fashion Lab di Smesco Labo, terkait research and development produk,” kata Teten.

Selain itu, pelaku wastra juga dapat bereksplorasi bersama dengan project KRTA, inisiatif future fashion dari Smesco yang mendemokratisasi siluet fashion kebangsaan untuk dimanfaatkan para perajin fashion termasuk batik.

“Saya berharap beragam inovasi serta rangkaian sinergi dan kolaborasi dapat terlahir,” kata MenKopUKM.

Di waktu yang sama, Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X berharap, melalui ajang ini batik dapat lebih dikenal di kancah dunia dan dapat menjadikan Yogyakarta sebagai kota batik. Apalagi mengingat saat ini batik sudah semakin populer dan menjadi kebutuhan dunia.

“Saya ucapkan terima kasih atas segala upaya dan bantuan dari berbagai pihak, untuk membangun masa depan batik Indonesia, yang tidak hanya dilihat dari sisi kebudayaan, melainkan juga kepentingan ekonomi masyarakat,” katanya. (bro)

Laman sebelumnya 1 2
Sponsored Content
Back to top button