Nasional

LPDB-KUMKM Luncurkan Platform Green Business Process Agar Lebih Efektif, Efisien dan Akuntabel

“Tak ketinggalan, platform Manajemen Inkubasi Online dengan RIDI Platform, hingga peningkatan kapasitas pegawai dengan online training system,” papar Supomo.

Bahkan, Supomo menyebutkan bahwa aplikasi GeoDinas dapat menggantikan fungsi berlembar-lembar Surat Perjalanan Dinas (SPD).

“Selama ini, ASN yang melakukan tugas perjalanan dinas membawa kertas dan harus dicap manual sebagai bukti administrasi,” tukas Supomo.

Saat ini, lanjut Supomo, dengan menggunakan aplikasi GeoDinas, pihaknya dapat memantau para pegawai dengan menggunakan teknologi GeoTagging. Sehingga, kunjungan-kunjungan dinas akan termonitor secara real time dan paperless.

“Kami menyadari, dengan satu kantor terpusat tersebut, semakin hari risiko operasional kami akan semakin meningkat. Risiko reputasi kami juga dipertaruhkan untuk melayani lebih cepat dan di samping risiko kepatuhan kami juga harus terjaga dengan baik,” tukas Supomo.

Dalam kesempatan yang sama, Supomo juga memaparkan latar belakang transformasi di tubuh LPDB-KUMKM, yang dimulai dari Bandung. Disebutkan, pada 19 November 2020 lalu, LPDB-KUMKM telah meluncurkan logo barunya. Mengusung tema New LPDB tersebut memiliki makna yang mendalam.

“Dengan logo baru tersebut, seluruh insan LPDB-KUMKM saat ini terus bergerak lebih cepat, selalu berinovasi, dan tetap berkomitmen dengan menjaga integritas,” tegas Supomo.

Terlebih lagi, LPDB-KUMKM diamanatkan untuk memberikan layanan kepada koperasi yang ada di tengah kota hingga koperasi yang ada di pelosok negeri ini, baik dalam kondisi pandemi maupun normal.

Tercatat sebanyak Rp7,2 triliun dana bergulir telah tersalur kepada 2.022 koperasi, 318 ribu UMKM pada 34 Provinsi dan 489 kabupaten kota.

Hingga Oktober 2021, LPDB-KUMKM telah menyalurkan dana bergulir sebesar Rp1,250 triliun atau sebesar 78,11% dari target yakni Rp1,6 triliun.

Dengan menjaga Non Performance Loan (NPL) di angka 1,03%, Supomo optimis pada akhir Desember 2021, akan memenuhi target 100% sebesar Rp1,6 triliun dengan penyaluran kepada koperasi. (gin)

Laman sebelumnya 1 2
Sponsored Content
Back to top button