Nasional

KLHK Latih 57 Polhut Terbaik Jadi SPORC

Rasio Ridho Sani mengungkapkan, sebagaimana disampaikan oleh Menteri LHK Siti Nurbaya dalam berbagai kesempatan, bahwa SPORC adalah merupakan ujung tombak penegakan hukum lingkungan hidup dan kehutanan. Maka SPORC harus mampu menjawab semua dinamika permasalahan dan tantangan kejahatan lingkungan hidup dan kehutanan.

Di masa depan, SPORC akan menghadapi tantangan perkembangan zaman terutama kemajuan industri di mana laju kecepatan informasi dan teknologi akan semakin cepat dan akan mendorong kejahatan kehutanan menjadi semakin rumit.

“Oleh karena itu kami berharap dukungan pihak Setukpa dalam penyelenggaraan pelatihan SPORC angkatan ke-IV ini dapat membantu membentuk SPORC hebat, yang memiliki kemampuan fisik, intelektual dan mental yang mumpuni, mampu bertindak cepat, tepat, akurat, dan memiliki jiwa korsa komando yang kuat serta kokoh berdiri di atas landasan nilai-nilai penegakan hukum lingkungan hidup dan kehutanan, yaitu memiliki integritas, profesional, peduli dan responsif,” ujar Rasio Sani.

Salah satu Polhut perempuan yang mengikuti pendidikan dan pelatihan SPORC tahun ini, Sinta Dwi Puspitasari merupakan ASN Polhut KLHK tahun 2019. Ia mengaku bangga dapat lolos seleksi dan mengikuti pelatihan untuk masuk ke dalam Satuan Polhut Reaksi Cepat itu dan berjuang dengan para seniornya.

“Kami selaku peserta didik SPORC tahun 2021 berharap nantinya dapat membantu upaya penegakan hukum dalam hal kejahatan lingkungan hidup dan kehutanan,” ujar Sinta.

SPORC terbentuk pada 4 Januari 2005 dengan maksud sebagai satuan pasukan khusus yang handal, profesional, yang mempunyai mobilitas tinggi dalam penanganan gangguan keamanan hutan. Tingginya kepercayaan dan meningkatnya harapan publik terhadap SPORC menjadi motivasi yang kuat bagi KLHK untuk selalu meningkatkan kapasitas dan kinerja SPORC dalam penegakan hukum di bidang lingkungan hidup kehutanan. (gin)

Laman sebelumnya 1 2
Sponsored Content
Back to top button