Nasional

Korban Jebakan ‘Batman’ Pinjol Ilegal, Ini Kisahnya

Selain itu, layanan keuangan non-perbankan berbasis teknologi ini memudahkan pelaku untuk berpindah-pindah, bahkan bisa mengendalikan dari tempat lain, bahkan dari luar negeri. Seperti beberapa pengungkapan pinjol ilegal yang dirilis oleh Bareskrim Polri.

Pada Juni 2021 misalnya, Bareskrim Polri merilis kasus aplikasi pinjol ilegal RPCepat, lima orang pelaku ditangkap, namun dua pelaku utama yang jadi pemodalnya yakni warga negara Tiongkok, masih buron.

Kemudian pada Juli 2021, delapan pelaku pinjol ilegal dengan nama aplikasi Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Cinta Damai. Dari hasil penyidikan, KSP Cinta Damai ini berafiliasi dengan sejumlah KSP lainnya, di antaranya KSP Hidup Hijau, KSP Tur Saku, KSP Pulau Bahagia, dan beberapa pinjaman online lainnya.

Lalu pada Oktober 2021, sebanyak tujuh operator “desk collection” pinjol ilegal ditangkap di sejumlah wilayah di DKI Jakarta. Dari tujuh pelaku ini, ada satu pelaku warga negara asing berinisial ZJ yang masuk daftar pencarian orang (DPO) atau buron.

Bahkan penindakan selama tujuh hari (12-19 Oktober 2021), Mabes Polri mencatat ada 45 pelaku pinjol ilegal ditangkap di enam wilayah, yakni Polda Metro Jaya; Jawa Barat; Jawa Tengah; Jawa Timur; Kalimantan Barat; dan Tangerang, Banten.

Dalam penyelidikan dan penyidikan kepolisian, diketahui pelaku pinjol ilegal menggunakan perseroran terbatas (PT) atau Koperasi Simpan Pinjam (KSP) fiktif untuk mengoperasikan aplikasi pinjol ilegal.

Bahkan ada aplikasi pinjol yang disebut pinjol ‘beranak’ oleh penyidik Dittipideksus Bareskrim Polri.

Aplikasi pinjol ‘beranak’ inilah yang membuat seorang ibu rumah tangga di Wonogiri memilih gantung diri karena terlilit hutang dari 23 aplikasi pinjol yang tidak diketahuinya.

Pada Jumat (22/10) Dittipideksus Bareskrim Polri telah bergerak menangkap pelaku-pilaku pinjol ilegal yang memodali pendirian PT atau KSP untuk mengoperasikan aplikasi pinjol ilegal.

Pelaku JS ditangkap penyidik, merupakan pemodal sekaligus fasilitator warga negara Tiongkok (pemodal) untuk mengoperasikan pinjol ilegal.

“Saudari JS merupakan fasilitator warga negara Tiongkok (pemodal), perekrut masyarakat untuk menjadi ketua KSP maupun direktur perseroan terbatas (PT) fiktif,” kata Helmy dilansir Antara.

Di sisi lain, Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Divisi Humas Polri Kombes Pol Ahmad Ramadhan mengatakan maraknya kasus pinjol ilegal menjadi perhatian khusus Polri dalam melakukan penegakan hukum.

Polri merespon keprihatinan Presiden Joko Widodo yang menyoroti persoalan pinjol ilegal yang banyak merugikan dan meresahkan masyarakat.

Menurut Ramadhan, dalam hal ini selain upaya penegakan hukum, yang terpenting adalah upaya-upaya pencegahan.

Bentuk upaya preemptif dalam rangka edukasi sosialisasi kepada masyarakat, hal yang penting itu adalah pemahaman masyarakat agar tidak menjadi korban pinjol ilegal.

Kepada masyarakat yang akan melakukan transaksi pinjol harus mengetahui pinjol terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dengan mengecek melalui laman resmi OJK.

Tercatat ada 161 pinjol legal yang terdaftar di OJK. Ketika penyedia jasa pinjaman ‘online’ tidak terdaftar, maka sebaiknya diabaikan.

Selain itu, pencegahan dari aspek logis, yakni jangan mudah tergiur dengan tawaran pinjaman yang tidak masuk akal. Lalu, waspada bila ada permintaan izin mengakses data ponsel, data kontak calon peminjam.

Akses data ini menjadi gerbang ilegal akses yang digunakan pelaku pinjol ilegal menagih hutang dengan cara mem-bully, memfitnah dan menista dengan tujuan agar nasabah mau membayar.

Akses data tersebut ini juga menjadi ruang menyebar tawaran karena pinjol tidak bisa masuk ke kontak pribadi.

“Dua hal ini diperhatikan, aspek legal dan logis, supaya tidak terjebak pinjol ilegal,” kata Ramadhan. (aro)

Laman sebelumnya 1 2
Sponsored Content
Back to top button